Showing posts with label Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Inspiratif. Show all posts

Ibu Yang Aneh & Egois



Seorang perempuan bernama Rebecca Jones mengalami gangguan makan anoreksia. Perempuan berusia 26 tahun ini hanya makan sup dan roti serta minuman energi. 

Anehnya, anaknya yang bernama Maisy berumur 7 tahun dibiarkan makan apa saja sehingga ia gemuk. 

Ketika melihat anaknya gemuk, ia merasa bersyukur karena tubuhnya kurus jika dibandingkan dengan anaknya. Bahkan, ia mengenakan pakaian yang sama dengan anaknya. Kali ingin dibilang muda?

Unik, Pria Ini Bersahabat Dengan Burung Merpati



Jeff Daniel asal Wigan, Inggris, bersahabat dengan seekor burung merpati yang diberi nama Prince dan mulai dipeliharanya sejak berumur dua pekan. Sejak saat itu, ayah dua anak berumur 41 tahun ini mulai bersama-sama dan burung merpati ini terus mengikutinya ke mana saja, so sweet. ***





Robin Lim Jual Rumah Demi Bantu Ibu-Ibu Hamil Di Bali



Robin Lim,seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang membantu ribuan warga miskin Indonesia untuk mendapatkan kehamilan dan persalinan yang sehat, dinyatakan sebagai pemenang CNN Hero of the Year 2011 pada acara pengumuman penghargaan tersebut di Los Angeles, Minggu (11/12) malam waktu setempat. 

Dengan berlinang air mata karena haru,wanita yang malam itu berbalut busana bermotif etnis itu naik ke panggung dan mengungkapkan harapannya agar semua orang di dunia membantu para ibu yang sedang berjuang mempertahankan nyawa ketika sedang melahirkan.“ Hari ini di bumi kita, 981 ibu yang sedang berjuang akan meninggal dunia dan besok seperti itu lagi dan begitu pula kemarin,” ujar Lim, saat menyampaikan pidato sebagai pemenang CNN Hero of the Year di CNN Heroes: 

An All- Star Tribute, di Shrine Auditorium, Los Angeles. Melalui klinik kesehatan Yayasan Bumi Sehat,Lim,yang lebih dikenal sebagai Ibu Robin itu,menawarkan perawatan pascapersalinan, layanan persalinan, dan bantuan medis gratis di Indonesia.“Tiap nafas pertama bayi di bumi ini adalah perdamaian dan cinta.Tiap ibu seharusnya sehat dan kuat.Tiap kelahiran seharusnya aman dan menyenangkan.

Tapi,dunia kita belumsampaike sana,”ujarLim. Selain Lim, masih ada sembilan orang lainnya yang ditahbiskan sebagai 10 besar CNN Heroes 2011. Mereka antara lain adalah Eddie Canales,Taryn Davis, Sal Dimiceli,Dereck Kayongo,Diane Latiker,Patrice Millet,Bruno Serato,Richard St Denis,dan Amy Stokes. Lim memenangkan penghargaan itu lewat voting CNN Hero of the Year di CNN.com yang digelar selama 11 pekan. 

Bidan yang tinggal di Bali itu berhak menerima USD250.000 dan ditambah USD50.000 yang memang diberikan kepada dia dan sembilan Heroes yang masuk daftar top 10. Pada 2009, seorang pilot asal Indonesia, Budi Soehardi, berhasil masuk top 10 CNN Heroes atas usahanya mendirikan panti asuhan bagi anak-anak keluarga miskin di kawasan timur Indonesia. 
Lim sendiri tak pernah menyangka jika pengabdiannya untuk membantu warga miskin mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik akan membuahkan sebuah penghargaan untuk dirinya. Bersama suaminya, Will,wanita berusia 54 tahun itu awalnya datang ke Bali untuk “menemukan kembali” hidup setelah adiknya meninggal karena komplikasi pascapersalinan. Tapi, nasib mengatakan lain. 

Bukannya bersantai dan memulai hidup baru, Lim justru tersentuh setelah melihat sulitnya warga di sekitarnya mendapatkan akses kesehatan. Dia lantas sukarela membantu bidan sekitar untuk membantu persalinan di berbagai macam permukiman. Ketika permintaan untuk layanannya bertambah,dia lalu memutuskan mendapatkan sertifikasi bidan resmi. 

Pada 2003,dengan bantuan dari komunitas Bali dan donasi dari teman-temannya di seluruh dunia, Lim dan suaminya membuka klinik Yayasan Bumi Sehat pertama mereka. Di klinik itu, ada bidan, perawat, pembantu rumah tangga, seorang dokter,dan seorang koki. Setelah tsunami 2004, klinik yang lebih kecil dibangun di Aceh untuk merawat orangorang yang berhasil bertahan dari bencana dahsyat itu. 

Jika digabungkan, dua klinik itu telah memfasilitasi lebih dari 5.000 kelahiran bayi. “Situasinya buruk. Bayibayi lahir tanpa dibantu, persalinan menjadi komersial dan para ibu meninggal karena pendarahan setelah melahirkan karena mereka tak mampu membayar perawatan yang layak,”ucap Lim.


sumber:forum.kompas.com

Semangkuk Nasi Putih



Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di negri Tiongkok. Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan  cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

Kemudian pemuda itu berkata: “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.”
dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar lalu berkata dengan pelan: “dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum:”Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !”

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir:” kuah sayur gratis.”

Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.

” Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa kesekolah sebagai makan siang saya !”

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?
Suaminya kemudian membisik kepadanya :”Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”

“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”

“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

“Terima kasih, saya sudah selesai makan.”

Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !”

katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.

“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” Sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka:”bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukanCerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di negri Tiongkok. Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.

Kemudian pemuda itu berkata:”Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.”
dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar lalu berkata dengan pelan:”dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum:”Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !”

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir:” kuah sayur gratis.”

Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.

” Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa kesekolah sebagai makan siang saya !”

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :”Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”

“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”
“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”

Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. “Terima kasih, saya sudah selesai makan.”

Pemuda ini pamit kepada mereka.

Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !”

katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.

“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” Sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: “bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”

Kemurahan Hati merupakan suatu hal yang selalu mendatangkan kebaikan. Karena itu jangan pernah bosan berbuat kebaikan, kemurahan, kasih karena itu akan berbuah dan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya.


sumber: www.ceritakristen.org

Seorang Pembajak dari Rumah Doa



Pada usia 27, wanita muda itu sedang menghadapi masa penjaranya yang keempat di Uni Soviet, tetapi agaknya penjara hanya memberi pengaruh sedikit tetapi malahan meningkatkan cintanya terhadap firman Allah dan kepentingannya terhadap imannya.

“Di penjara, hal yang paling sukar adalah untuk hidup tanpa Alkitab.”

Aida berdiri di sudut menyerahkan kartu-kartu kecil dengan puisi – puisi di dalamnya. Pada tiap kartu terdapat puisi yang telah ia tulis sendiri. Tiap puisi menyatakan kasih dan sukacita yang ia peroleh dari pengenalan akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Beberapa mengambilnya karena mereka tertarik dengan apa yang mungkin sedang ia bagikan, beberapa karena ia begitu cantik, tetapi kebanyakan mungkin mengambil kartu-kartunya karena sukacita dan kasih yang tampak di dalam senyumnya saat ia menatap ke dalam mata setiap orang dan memberikan kepada mereka sebuah kartu.

Karena ini ia ditahan dan dibawa ke pengadilan. Di hadapan pengadilan dengan berani Aida bersaksi, “Masyarakat yang sedang dibangun oleh kalian, para komunis, tidak pernah dapat menjadi adil karena kalian sendiri tidak adil.”

Ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Ketika ia dilepaskan, ia langsung kembali kepada pekerjaannya untuk gereja bawah tanah. Karena kecantikannya, kemauan kerasnya, dan keberaniannya, ia disebut “pembajak dari rumah doa” oleh koran komunis Izvestia.

Salah satu tulisan berani yang ia tulis adalah, “Kalian, para atheis, dapat mengadakan pertemuan bersama setiap saat dan melakukan apa pun yang kalian inginkan — berbicara, membaca, bernyanyi. Jika demikan, mengapa kami tidak dapat saling mengunjungi? Hukum apa yang melarang hal ini? Mengapakah kami tidak boleh berdoa atau membaca Alkitab kapan pun kami ingin? Kami diizinkan untuk berbicara mengenai Allah hanya di gereja. Kalian pasti tidak akan setuju jika kalian diizinkan untuk berbicara mengenai teater hanya di teater atau mengenai buku-buku hanya di perpustakaan. Dengan cara yang sama, kami tidak dapat diam mengenai apa yang merupakan seluruh arti dari hidup kami — mengenai Kristus.”

Sekali lagi ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara, tetapi ia tidak bergeming.

Satu kali, sebuah Injil Markus diselundupkan kepadanya. Ketika para penjaga mengetahui bahwa aku memiliki sebuah Injil, mereka menjadi khawatir dan menggeledah seluruhnya. Pada pencarian kedua, mereka menemukannya. “Aku dihukum karena ini dan harus menghabiskan waktu sepuluh hari dan sepuluh malam di dalam tahanan sel yang dingin dan terasing. Tetapi dua minggu kemudian aku diberikan seluruh Perjanjian Baru yang dapat aku simpan nyaris hingga hari pembebasanku.”

“Penjara sering kali digeledah, tetapi setiap kali Tuhan membantu aku. Aku tahu lebih dahulu mengenai penggeledahan sehingga aku dapat menyimpan buku berharga itu. Banyak tahanan lain yang menolongku menyembunyikan buku itu, walaupun mereka bukan orang Kristen.”

Para penjaga melakukan banyak hal untuk berusaha membuatnya kehilangan keberanian dan membuatnya menyangkal imannya, namun beberapa dari tindakan tersebut justru memberikan efek yang sebaliknya. “Satu kali seorang penjaga menunjukkan kepadaku bungkusan makanan. Ia mengatakan kepadaku bahwa isinya coklat dan berbagai hal lezat lainnya. Bungkusan itu tidak diberikan kepadaku [karena aku tidak mau menyangkal imanku], tetapi dengan menunjukkan bungkusan itu aku malah mendapatkan dorongan kekuatan karena mengetahui bahwa sahabat-sahabatku peduli akan diriku. Kenyataan tersebut jauh lebih berarti daripada makanannya. Pada kesempatan lain, aku diberitahukan bahwa sepuluh paket telah tiba untukku dari Norwegia, tetapi paket ini pun tidak diberikan kepadaku. Kami sangat bersukacita karena mengalami persekutuan roh yang nyata dengan sesama orang Kristen di bagian-bagian dunia yang berbeda. Hal ini memberikan kepada kami harapan di dalam penjara. Aku ingin mengirimkan sebuah ungkapan kasih dari kami semua kepada mereka yang telah peduli terhadap kami dan berdoa bagi kami.”

Ketika ia dilepaskan dari masa penjaranya yang keempat, Aida telah berubah secara drastis. Kecantikan bagai bintang film yang ia miliki pada masa mudanya bukan saja lenyap, tetapi pada usianya yang baru tiga puluh tahun ia tampak seperti berusia lebih dari lima puluh. Ia kurus kering dan lusuh oleh tahun-tahun yang dihabiskannya di dalam penjara. Jika Anda melihatnya, Anda tidak akan pernah mengenalinya sebagai wanita yang sama, kecuali untuk satu hal: senyumannya.

Senyumannya masih mencerminkan kasih dan sukacita karena pengenalan akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Mengenai masa penjaranya yang terakhir dan paling sukar, Aida menulis, “Aku semakin memahami ayat berikut, `Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.` (Matius 11:30) Yesus sendiri mengatakan kata-kata ini dan selama tiga tahun di dalam penjara itu aku menjadi mengerti betapa nyata dan benar kata-kata tersebut.”

Pada tahun 1991, sekitar 20 tahun setelah masa penjaranya yang keempat dan terakhir, Uni Soviet pecah karena kejatuhan Komunisme. Penganiayaan kaum Kristen oleh pemerintah pun berhenti, setidaknya untuk satu periode. Iman dan perjuangan dari Aida dan banyak lainnya di bawah tanah tidaklah sia-sia.

Pada tahun 1992, kurir-kurir dari The Voice of the Martyrs mendapati Aida — sakit, pucat, dan kurus — hidup di apartemen yang terawat baik di gedung tua yang nyaris roboh di St. Petersburg. Aida merupakan pulau yang bersih dan teratur di tengah-tengah kekacauan; itu merupakan gambaran makna hati dan rohnya. Jelas tampak bahwa ia tidak menyimpan kegetiran kepada penyiksa-penyiksa terdahulunya, hanya pengampunan. Ia terkejut mengenai perhatian yang telah ditarik oleh ceritanya dari seluruh dunia, tetapi ia amat bersyukur atasnya. Ia mengatakan, “Aku hanya mungkin bertahan karena banyak doa-doa dari seluruh dunia. Jika tidak aku tidak akan bertahan.”

“Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan mereka yang diperlakukan sewenang-wenang; karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.” (Ibrani 13:3)




Source:artikelkristen.com

Kesaksian Hidup: Nikolai Khamara dari Rusia



Nikolai Khamara ditahan karena merampok dan dipenjarakan selama 10 tahun. Di dalam penjara, Khamara mengamati orang-orang Kristen dan merasa heran.

Mereka manusia juga, namun mereka menunjukkan suka cita di saat mereka seharusnya bersedih dan mereka menaikkan pujian sekalipun menghadapi kesusahan. Saat mereka mendapat sepotong roti, mereka membagikannya dengan orang yang tidak memperolehnya.

Wajah mereka tampak bersinar saat mereka berbicara kepada 'seseorang' yang tidak dapat dilihat oleh Khamara.

Suatu hari dua orang Kristen duduk di sebelah Khamara dan menanyakan kisah hidupnya. Khamara menceritakan kisah sedihnya dan mengakhiri ceritanya dengan berkata, "Aku adalah orang yang terhilang."

Salah satu dari orang Kristen itu tersenyum dan bertanya kepada Khamara, "Jika seseorang kehilangan sebuah cincin emas, berapakah nilai cincin emas itu ketika hilang?"

"Pertanyaan yang bodoh sekali! Sebuah cincin emas ya sebuah cincin emas. Kamu kehilangan cincin emas, tapi orang lain akan mendapatkannya. Nilainya tidak berubah"

"Jawabannya bagus sekali," kata orang Kristen itu. "Sekarang katakan, berapakah nilai seseorang yang terhilang?"

Orang Kristen itu melanjutkan, "Orang yang terhilang, seorang pencuri, pezinah, atau seorang pembunuh, memiliki nilai seorang manusia. Dia begitu bernilai sehingga Allah meninggalkan surga dan mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan orang itu."

"Kamu mungkin terhilang, tapi kasih Allah telah menemukanmu," kata orang Kristen itu. 

Nikolai Khamara masuk penjara sebagai pencuri dan keluar sebagai seorang Kristen. Setelah dibebaskan, ia bergabung dengan gereja bawah tanah di Rusia.

Beberapa waktu kemudian, gembala gereja Khamara ditahan. Pihak berwenang menyiksanya dan berharap ia mengkhianati gereja, tetapi gembala itu tetap setia dan ia tidak membocorkan apapun.

Akhirnya pihak wewenang menangkap Nikolai Khamara.

Mereka membawa Khamara ke hadapan gembala itu dan mengatakan kepadanya, "Jika kamu tidak mengatakan rahasia itu, kami akan menyiksa Khamara di depan kamu."

Gembala itu tidak tahan melihat orang lain menderita baginya..

Namun Khamara berkata kepadanya, "Setialah kepada Kristus dan jangan mengkhianati Dia.

Saya bahagia menderita demi nama Kristus."

Lalu mereka mencungkil mata Khamara.

Gembala itu tidak tahan. Ia menangis melihat Khamara. "Bagaimana saya sanggup melihat hal ini? Kamu jadi buta!"

Khamara menjawab, "Saat mataku diambil, aku melihat hal-hal yang lebih indah dari pada yang aku lihat dengan mataku. Aku akan melihat Sang Juru Selamat. Anda harus tetap setia kepada Kristus sampai akhir."

Saat para penginterogasi berkata kepada gembala bahwa mereka akan memotong lidah Khamara, Khamara berkata, "Pujilah Tuhan. Aku telah mengatakan perkataan-perkataan yang mulia. Dan jika kalian mau, kalian dapat memotong lidahku sekarang."

Mantan pencuri ini akhirnya berhasil mencuri kesempatan untuk mati sebagai martir demi Kristus.


(Dikutip dari Devosi Total, The Voice of Martyr)

Pendonor Ginjal Berhati Mulia Itu Ternyata Anaknya



Sarah Nesbit bahagia bukan kepalang ketika akhirnya mendapatkan donor ginjal. Sudah bertahun-tahun, wanita asal Fort Mill, Carolina Selatan, itu menanti sumbangan ginjal untuk lepas dari penderitaan. 

Senyum Nesbit terus tersungging membayangkan tubuhnya dengan ginjal baru. Ia tak sabar bertemu dengan sosok pendonor berhati mulia yang rela memberikan ginjal untuknya. 

Usahanya mencari tahu identitas pendonor justru membuat Nesbit terkejut setengah mati. Sosok berhati mulia itu rupanya putri sulungnya yang masih berusia 18 tahun, Melody. 

Sebagai ibu, ia tak ingin anaknya ikut merasakan penderitaan. "Saya sangat marah, bagaimanapun dia putri saya, saya rasa tidak ada orang yang mau menjalani operasi jika memang tidak harus," kata Nesbit, seperti dikutip dari orange.co.uk.

Melody mengajukan diri sebagai donor ginjal tanpa sepengetahuan ibunya. Ia mulai dengan melakukan serangkaian tes untuk memastikan ginjalnya cocok dengan ginjal sang ibu. 

Keputusan mendonorkan ginjal untuk ibunya bulat. Ia ingin membalas pengorbanan ibunya saat melahirkan adiknya. Kala itu, dokter memeringatkan ibunya, jika nekat melanjutkan kehamilan akan menimbulkan risiko dialisis atau cuci darah hingga menemukan donor yang tepat. 
Ibunya memilih menyelamatkan adiknya. Komplikasi ginjal pun terjadi dan sejak itu ibunya harus menjalani cuci darah untuk menyambung hidup. "Saya pikir ibu layak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya," kata Melody. 

Sang ibu terharu mendengar pernyataan putrinya. Ia menerimanya sebagai kado terindah. "Dia masih remaja, tapi pengorbanannya begitu besar. Aku belum pernah merasakan cinta tanpa syarat seperti ini," katanya. 

Operasi transplantasi ginjal antara ibu dan anak itu akan berlangsung pekan depan. Butuh waktu selama beberapa pekan berikutnya bagi keduanya untuk menjalani pemulihan pascaoperasi.


vivanews.com

Kesaksian: Dari Pengkhotbah Cilik Jadi Pengidap HIV/AIDS



Pada tahun 1983, kota Tarutung, Sumatera Utara dibuat heboh oleh seorang anak balita bernama Kaleb Otniel Hutahaean yang dapat menyembuhkan orang sakit hanya dengan berdoa. Dalam waktu singkat namanya menyebar ke berbagai pelosok Indonesia, dan undangan berkotbah untuk Kaleb pun mulai membanjir.

“Orang otomatis mulai mengenal nama saya, dalam satu bulan bisa kurang lebih dua puluh harian di luar rumah,” jelas Kaleb.

Diusianya yang baru tiga tahun, Kaleb sudah harus melayani panggilan berkotbah ke berbagai penjuru kota di Indonesia. Karena hal ini, orangtua Kaleb menitipkannya ke salah satu kerabat di Jakarta.

Sekalipun Kaleb menjadi anak ajaib yang dipakai Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang, Kaleb tetap berprilaku seperti anak pada umumnya.

“Kalau dia habis kotbah, dia turun, dia langsung main-main seperti biasa,” jelas Ibu Hutapea, ibu angkat Kaleb yang mengurusnya saat itu.

Selama sepuluh tahun lamanya, Kaleb memberitakan firman Tuhan dengan tekun dan dipakai Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang. Namun tidak ada orang yang tahu bahwa ada sebuah pergolakan terjadi di lubuk hatinya.

“Banyak hal yang saya tidak mengerti, mengapa saya harus menjalani kehidupan yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Ketika saya berdoa dan bertanya pada Tuhan, sepertinya Tuhan juga terdiam dan tidak menjawab. Akhirnya saya mencari jawaban-jawaban itu dengan cara saya sendiri.”

Hingga satu titik, Kaleb sudah tidak tahan lagi dan meminta ijin pada orangtuanya untuk berhenti dari pelayanan. Orangtua Kaleb dengan penuh pengertian mengijinkannya, dan Kaleb pun akhirnya bisa menjalani kehidupan normal yang ia impikan.

Ditengah masa remajanya itu, sama seperti anak-anak lain, Kaleb pun melakukan pencarian akan jati dirinya. Namun karena salah pergaulan, ia terperosok pada perangkap narkoba.

“Saya waktu itu memiliki banyak waktu luang dan ngumpul dengan teman-teman. Otomatis ngga mungkin kita ngga ngerokok, ngisep ganja bareng-bareng itu sudah pasti. Suka ngga suka, itu sudah merupakan lambang pergaulan. Kalau ngga begitu, ya ngga punya teman.

Ada perasaan bangga yang sebenarnya semu, pada akhirnya saya bisa berontak, keluar dari image anak baik-baik,” demikian Kaleb mengungkapkan masa kelamnya.

Petualangan Kaleb tidak berhenti disitu, ia mulai mencoba putaw dan jarum suntik. Baginya saat itu narkoba lebih penting dari pada makan. Tapi semua itu tidak memberinya kebahagiaan, hati kecilnya berbisik dan membuatnya menyadari apa yang ia lakukan adalah salah, namun Kaleb seperti tak berkutik karena telah menjadi budak narkoba.

“Seringkali saya merasa jijik dengan diri sendiri. Di dalam diri ini menuduh, seharusnya saya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dari ini. Ada keinginan untuk kembali lagi ke dalam rangkulan Tuhan, hanya pada waktu itu saya tidak tahu bagaimana caranya.”

Orangtua Kaleb melihat keadaan anaknya sudah tidak terkendali lagi, untuk itu mereka mengambil langkah untuk membawa Kaleb ke panti rehabilitasi.

“Saat di panti rehabilitasi itulah saya ketemu dengan salah seorang mentor baru dimana kami banyak berbincang-bincang dan berdiskusi. Ada suatu kesan dia itu seperti sahabat, dan banyak menasihati saya dari kebenaran firman Tuhan.”

Persahabatannya dengan sang mentor membawa Kaleb kepada sebuah wawasan baru ketika suatu saat ia mencobai sang mentor.

“Saat itu saya di ruang isolasi, saya minta rokok sama dia.”

Sang mentor saat itu berkata, “Ini yang pertama kali dan yang terakhir kali, saya tidak akan pernah lagi beli.” Namun justru peristiwa itu mengubah Kaleb.

“Justru peristiwa ketika dia kasih rokok sama saya membuat saya merasa, ‘Ini dia sebenarnya yang saya cari. Ketulusan yang seperti ini. Orang yang ngga menggurui dan sungguh mengerti kondisi saya.’ Dari situ saya memutuskan untuk berhenti merokok, saya berhenti narkoba dari free sex, karena saya sudah menemukan hati Bapa ketika saya bergaul dengan mentor saya, Redolius,” kenang Kaleb.

Sembuh dari kecanduannya akan narkoba, Kaleb pun memutuskan untuk mencari kehidupan yang baru di sebuah komunitas. Dikomunitas itulah, Kaleb memutuskan untuk menjadikan hidupnya lebih baik. Empat tahun ia jalani dalam keadaan bebas dari keterikatan pada narkoba dan seks bebas serta memberikan hidupnya untuk melayani masyarakat pra sejahtera bersama teman-temannya di komunitas itu, namun sesuatu yang tidak pernah ia duga terjadi.

“Didapati  paru-paru kanan saya bolong besar, paru-paru kiri saya bolong kecil-kecil.” Dokter yang menangani Kaleb menyatakan bahwa ia mengidap TBC kelenjar, TBC paru, ada jamur ditubuhnya yang merajalela dan mengalami serangan semacam asma. Namun semua penyakit itu belumlah cukup, vonis dokter yang terakhir ini membuat seakan dunia yang ia miliki hancur.

“Saya positif HIV/AIDS..”

Kaleb bertanya-tanya, mengapa semua itu diijinkan terjadi saat ia sudah bertobat dan sudah kembali melayani Tuhan. Namun dalam kondisinya yang sudah dekat dengan maut saat itu, ia tidak menyalahkan Tuhan.

“Saya menyadari betul siapa saya. Saya sadar perbuatan saya dan saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan sesuatu yang buruk untuk kehidupan saya.”

Selama berminggu-minggu kondisi Kaleb terus menurun, bahkan untuk bernafaspun ia sulit sekalipun sudah dibantu dengan tabung oksigen. Teman-teman sepelayanan Kaleb terus berdoa dan memberikan semangat kepada Kaleb, mereka memohon kepada Tuhan agar Kaleb diberi kesempatan kedua.

Dukungan yang diberikan oleh rekan-rekannya membuat semangat hidup bagi Kaleb, “Tuhan, kalau Tuhan kasih kesempatan untuk keluar dari ruangan ini, saya akan membuat suatu pertarungan yaitu the last battle yang benar-benar dasyat dan luar biasa. Lalu saya menerima suatu rhema dari Amsal, yaitu ‘Seperti orang yang membuat perhituangan dengan dirinya demikianlah dia.’ Dari ayat itu saya renungkan, saya belajar, baru saya dapati : oh.. ternyata untuk bangkit dari sini saya harus membuat perhitungan yang benar dulu dengan diri saya. Maka dari situ saya mulai mengubah paradigma saya, tidak lagi melihat HIV ini sebagai suatu penghukuman, bukan lagi suatu kutuk, tapi saya melihat HIV ini sebagai suatu kesempatan untuk memuliakan nama Tuhan. Saya melihat ini sebagai suatu amanah, saya melihat ini sebagai suatu tugas. Justru saya melihat seluruh kondisi kehidupan saya ini sebagai suatu kesaksian hidup untuk bercerita kepada orang bahwa pengharapan itu ada.”

Perubahan paradigma pada diri Kaleb membawa perubahan bagi tubuhnya, kondisinya mulai membaik. Setelah menjalani perawatan selama tiga bulan di rumah sakit, hasil cek kesehatan Kaleb menunjukkan sebuah perubahan yang luar biasa. Lobang pada paru-paru kiri dan kanannya telah tertutup semua, bahkan dokter yang melihat hasil roentgen-nya tidak percaya dengan hasil yang ada dan memerintahkan untuk memeriksa ulang.

“Terakhir dia cuma nanya sama saya, ‘Kamu beli nyawa berapa ratus juta?’ Saya cuma tersenyum saja.”

Virus HIV yang merupakan bayang-bayang kematian bagi Kaleb tiba-tiba tidak terdeteksi lagi, bahkan dokter menyatakan bahwa kesehatannya sama seperti orang yang tanpa HIV.
“Hal pertama yang timbul dalam pikiran saya saat itu adalah: ternyata pengharapan itu sungguh ada. Sesudah saya mengetahui fakta-fakta medis yang sangat memuaskan seperti itu, membuat saya semakin bergairah menjalani hidup saya.”

Mengalami mukjizat kesembuhan yang luar biasa itu, membuat Kaleb memutuskan  sebuah komitmen yang baru.

“Dulu waktu saya kecil saya melayani berdasarkan kasih karunia, bukan kehendak saya. Komitmen saya kepada Tuhan setelah Tuhan percayakan kehidupan yang kedua ini pada saya, ialah saya melayani dengan hati.”

Perjalanan hidupnya ketika menjalani hidup yang baru ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Masih ada godaan dari teman-temannya yang masih menggunakan narkoba, namun dengan kasih karunia Tuhan dia mampu menolak semua itu. Hatinya tidak lagi tertarik dengan semuanya itu.

“Satu alasan mengapa saya tidak kembali ke kehidupan saya yang lama adalah karena kehidupan yang saya jalani sekarang lebih baik daripada kehidupan saya yang dulu,” ungkap Kaleb sambil tersenyum.

(Kisah ini ditayangkan 16 Februari 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel.

Sumber Kesaksian:
Kaleb Otniel Hutahaean