Showing posts with label Penemuan. Show all posts
Showing posts with label Penemuan. Show all posts

TERCEPAT 100 METER RINTANGAN MENGENAKAN BERENANG SIRIP (INDIVIDU, LAKI-LAKI)

Tercepat 100 meter rintangan mengenakan berenang sirip (laki-laki) adalah 14.82 detik dan dicapai oleh Christopher Irmscher (Jerman) pada set Guinness World Records - Die Grössten Weltrekorde di Cologne, Jerman


KEHIDUPAN MANUSIA TERTINGGI DIDUNIA


Manusia tertinggi didunia adalah Sultan Kösen (Turki, b.10 Desember 1982) yang diukur 251 cm (8 ft 3 in) di Ankara, Turki

Petani bagian-tme adalah orang pertama lebih dari 8 kaki (2,43 m) diukur oleh Rekor Guinness World selama 20 tahun.

Memang, GWR hanya tahu 10 dikonfirmasi atau kasus-kasus dapat diandalkan dalam sejarah manusia mencapai 8 kaki atau lebih.

Sultan juga memegang rekor untuk terluas rentang tangan dan kaki terbesar pada orang hidup.

Berbicara pada saat ia masuk ke dalam Guinness World Records keluarga dia berkata: 'aku tidak pernah membayangkan aku akan dalam buku, aku bermimpi tentang hal itu, tapi itu masih kejutan besar'.

Sultan adalah salah satu dari 5 saudara kandung, dengan tiga bersaudara dan satu saudara perempuan. Sisa keluarganya, termasuk ibu dan ayah, semua 'normal' ukuran.

Karena ketinggian ekstrim ia tidak pernah mampu menyelesaikan sekolah tetapi bekerja kadang-kadang sebagai petani untuk mendukung keluarganya.

Ia menggambarkan salah satu keuntungan menjadi setinggi mampu membantu ibunya keluar dengan pekerjaan seperti mengubah bola lampu rusak dan menggantung tirai.

Kerugian ke ketinggian dia daftar termasuk tidak mampu menemukan pakaian atau sepatu yang cocok atau menemukan sangat sulit untuk masuk ke dalam mobil ukuran biasa.

Seperti setiap muda laki-laki di dua puluhan, Sultan suka mendengarkan musik, bermain game komputer dan menonton film.

Perhiasan Emas Evita Peron Senilai 42,8 Milyar Ditemukan



Perhiasan María Eva Duarte de Perón, ibu negara Argentina (1946-1952), yang dicuri berhasil ditemukan oleh polisi Italia. Perhiasan itu antara lain mahkota berlian yang diberikan oleh keluarga Kerajaan Belanda senilai lebih dari Rp 42,8 miliar. Ada pula perhiasan berupa satu set anting-anting dan cincin. Perhiasan itu ditemukan di sebuah hotel melalui operasi penyamaran.
Eva, atau lebih dikenal dengan Evita Peron, terkenal memiliki gaya hidup yang glamor. Gayanya itu menjadi inspirasi banyak perempuan, salah satunya ratu pop Madonna yang bermain memerankan profilnya.

Seperti yang dilaporkan oleh Daily Mail, Kamis 23 Juni 2011, perhiasan itu dicuri oleh kelompok penjahat Serbia di sebuah butik Valencia, Spanyol, pada Desember 2009. Kelompok penjahat itu melakukan penipuan dengan berpura-pura menjadi syekh dari Arab.

Mereka menipu pemilik perhiasan untuk mengambil-alih barang berharga itu dengan memberikan jaminan palsu sebelum terbang ke Italia. Tahun lalu, Kepolisian Spanyol menangkap enam anggota kelompok itu, tetapi mereka tidak mendapatkan perhiasan yang mereka curi.

Polisi kemudian melakukan penyamaran untuk mendapatkan informasi dari teman-teman geng itu di Milan, Italia. Lalu, polisi melakukan operasi penyamaran dan berhasil mengusut keberadaan salah satu anggota geng lainnya. Polisi lalu membuntutinya selama beberapa bulan sebelum menangkapnya di sebuah hotel. Saat ditangkap, polisi menemukan perhiasan Evita itu di dalam kamarnya.

Evita Peron semasa hidupnya dikenal memiliki koleksi perhiasan mahal keluaran Christian Dior dan Cartier. Meski demikian, ia juga dikenal karena kecintaannya terhadap kaum pekerja.
Sejumlah barang-barang pribadinya telah dilelang pada 2003, antara lain kalung dengan batu rubi dan berlian yang dijual di Amerika seharga Rp 3,5 miliar. Bahkan, kain kafan yang membungkus jasadnya dilelang seharga lebih dari Rp 1,3 miliar di Roma.


sumber:tempo.co

Wajah Missing Link Dari Kera Ke Manusia




Sebuah senyuman tampak di wajahnya dan mulutnya mirip manusia meski pipinya mirip dengan hewan, Ini adalah Karabo, yang dianggap oleh sebagian orang adalah nenek moyang manusia dan merupakan missing link atau garis keturunan yang hilang saat evolusi dari kera ke manusia.


Hasil kreasi ini dibuat seniman paleo, John, Gurche, berdasarkan tulang belulang seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang ditemukan di sebuah gua di Afrika Selatan.


Karabo yang berarti, 'jawaban', dan merupakan nama resmi dari Australopithecus sediba memiliki tinggi 136 sentimeter dan hidup sekitar dua juta tahun silam. Saat ditemukan pada tahun 2008, ia sungguh mengejutkan karena tangannya mirip dengan tangan manusia.

Tentara Tanah Liat Kaisar Qin Shi Huang



Seorang petani di Xi'an bernama Yang adalah pengebor air ketika ia menemukan Tentara tanah liat pada tahun 1947.Tentara-tentara ini dipahat oleh 700.000 pekerja paksa yang di kubur di bawah tanah di depan makam Qin Shi Huang sehingga mereka bisa melindungi dia di akhirat.

Qin Shi Huang adalah Kaisar pertama yang menyatukan Cina dan banyak dicerca karena tirani tapi dikaghumi sebagai pemimpin yang visioner. Puluhan ribu patung manusia dan hewan diciptakan dalam beberapa potong dan kemudian dirakit, masing-masing karya ini sangat unik. atau tidak sama antara satu dengan yang lain

Realisasi senjata dan baju besi digunakan dalam pembuatan prajurit tetapi sebagian dicuri setelah makam selesai dibangun. Meskipun penemuan yang mengesankan di Xi'an, makam sang kaisar belum ditemukan.

Tentara Terracotta adalah pintu kita untuk memahami bagaimana tentara Dinasti Qin nyata berfungsi. Dengan memeriksa prajurit dari tanah liat ini kita dapat menentukan formasi tentara dan jenis senjata yang digunakan serta kualitas mereka. Baik pedang perunggu, belati, billhooks, tombak, halberds, kapak, busurpanah dan semuanya ditemukan di lubang-lubang di Xi'an.

Piramida Garut, Ternyata Lebih Tua Dari Piramida Giza Mesir



Tim Katastropik Purba menemukan fakta mengagetkan sehubungan dengan misteri piramida Garut, Jawa Barat. Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung wilayah Garut lebih tua dari Piramida Giza yang berada di Mesir. 

Tim Katastropik Purba sebelumnya telah melakukan penelitian intensif atas dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip, dekat Wanaraja, Garut, Jawa Barat.

“Dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji
 carbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza,” terang Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, dalam keterangan tertulis pada 20 November 2011.

Sekadar catatan, Piramida Giza selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Piramida ini diyakini sebagai makam Firaun, Dinasti keempat Mesir, Khufu, yang dibangun selama lebih dari 20 tahun pada kurun waktu sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.

Temuan Mencengangkan

Dalam beberapa waktu ke depan, lanjut Andi, Tim Katastropik Purba akan melakukan paparan publik tentang temuan-temuannya tersebut. Tak hanya soal temuan piramida di Garut tersebut, tim ini nantinya juga akan memaparkan temuan istimewa di kawasan Trowulan, Batu Jaya, beberapa lokasi menhir di Sumatera dan lain-lain. 

“Ada temuan mencengangkan tentang uji
 carbon dating pada 3 lapis kebudayaan di kawasan Trowulan yang terlanjur kita sebut Majapahit pada zaman sejarah masehi itu. Juga tentang temuan-temuan lapisan sejarah di Lamri, Aceh, dan sekitarnya,” terang Andi.

Atas temuan ini, sambungnya, Tim Katastropik Purba akan terus berkoordinasi lintas ilmu kebumian sehubungan dengan temuan-temuan sejarah bencana-bencana lokal dan global untuk dicari mitigasinya.

Tim tersebut juga akan terus berkoordinasi dengan bidang kepurbakalaan, antropologi, arkeologi, pakar budaya, ahli sejarah dan lainnya.
 




sumber:vivanews.com

Ditemukan, Katak Ukuran Dibawah 3 Cm



Peneliti menemukan dua spesies katak baru di Vietnam. Nama kedua jenis katak itu ialah katak lumut kabut (Theloderma nebulosum) dan katak lumut jubah (Theloderma palliatum).

Nama katak pertama diambil dari habitatnya yang berkabut di dataran tinggi Kong Tum dan nama katak kedua diperoleh dari kemampuan katak mengubah warna punggungnya.

Kedua jenis katak tersebut memiliki warna dasar coklat dan ditemukan di wilayah dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Namun, jenis katak lumut kabut bisa survive hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Dua katak itu mencengangkan karena ukurannya kurang dari 3 cm, atau hanya sebesar penjepit kertas.

Penemuan jenis katak ini menggembirakan sekaligus menyedihkan. Pasalnya, katak yang ditemukan mungkin sudah terancam punah meski ditemukan di zona konservasi: katak lumut jubah di Taman Nasional Bidoup Nui Ba dan katak lumut kabut di Ngoc Linh. Peneliti hanya menemukan tiga  katak lumut jubah dalam 20 survei selama tiga tahun.

Jodi JL Rowley dari Australian Museum dalam publikasinya di jurnal Zootaxa bulan ini, seperti dikutip Mongabay (7/12/2011), mengatakan, "Katak itu mungkin berada tersebar di area kecil di hutan dataran tinggi Kom Tum dan Langbian."

Karena itu, mereka terancam oleh kerusakan habitat dan koleksi yang berlebihan. Koleksi mungkin ancaman yang lebih besar, bahkan di wilayah dilindungi sebab anggota genus katak itu populer di penangkaran.

Menurut Rowley, seperlima spesies katak dan amfibi lainnya di Asia Tenggara terancam punah. Meski demikian, kekayaan biodiversitas amfibi sebenarnya di kawasan ini belum diketahui.

Ini mengenaskan sebab ancaman perusakan hutan, perubahan iklim, polusi, perdagangan satwa, dan lainnya terus berlangsung.

Secara global, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mendata bahwa 41 persen dari 7.000 jenis amfibi terancam punah. Dipercaya bahwa sejumlah 120 spesies amfibi punah dalam 30 tahun terakhir.



sumber:mongabay

Rangka Monster Purba Ditemukan Di Australia



Rangka monster purba yang disebut Diprotodon ditemukan di wilayah Teluk Carpentaria, Queensland, Australia. Penemuan ini istimewa sebab hampir semua tulang penyusun rangka monster tersebut ditemukan di satu lokasi. Hanya satu tulang kecil yang hilang.

"Apa yang kita lihat di sini adalah marsupial (hewan yang membawa anakannya di dalam kantung) terbesar yang pernah ada di dunia," kata Profesor Michael Archer, peneliti dari Australia Museum yang turut berperan menemukan rangka monster tersebut.

Seorang pembuat gambar telah berusaha menggambarkan bentuk monster ini sesuai rangka yang ditemukan. Diperkirakan, Diprotodon memiliki panjang 14 kaki (setara 4,26 meter) dan berat 3 ton. Meski punya ukuran tengkorak besar, monster ini diperkirakan tidak cerdas karena tengkoraknya lebih banyak terdiri dari rongga udara.

Diprotodon diperkirakan tersebar di Australia antara 25.000 tahun dan 2 juta tahun lalu. Mereka eksis sejak kedatangan pertama suku Aborigin sekitar 50.000 tahun lalu. Melihat kelengkapan rangka dan kerusakan yang minim, diperkirakan rangka yang ditemukan kali ini berasal dari individu terakhir yang hidup.

"Kami sekarang berharap bisa merekonstruksi rangka tersebut, menyusun kembali pada posisi yang tepat agar bisa memberi gambaran yang lebih bagus, seperti apa makhluk ini," kata Archer .

Sebelumnya, rangka dari jenis yang sama pernah ditemukan di New South Wales, tetapi tidak lengkap. Dengan penemuan rangka lengkap kali ini ditambah lubang kecil yang ada di tulang rusuk tanda pernah ditombak, misteri monster tersebut diharapkan bisa lebih terkuak.



sumber:dailymail.co.uk

Spesies Ular Langka Ditemukan Di Sumatera



Peneliti WWF Indonesia, Ridwan Setiawan, menemukan spesies ularSumatran pitviper atau Sumatran tree viper. Spesies bernama Trimeresurus sumatranus itu memang bukan spesies baru, tetapi tergolong spesies langka.

"Di Sumatera sekarang sudah sulit dijumpai spesies ini. Dulu mungkin cukup sering, sekarang sudah jarang," kata peneliti yang akrab disapa Iwan Podol itu.  
Iwan mengungkapkan, Trimeresurus sumatranus merupakan ular berbisa dengan corak unik. Berwarna dasar abu-abu, ular itu bercorak hijau kekuningan dan memiliki ekor kemerahan. Ukurannya sepanjang 1,5-2 meter.

Ular tersebut tepatnya ditemukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Wilayah tersebut merupakan habitat yang sesuai untuk Sumatran pitviper karena kondisinya yang lembab dan kaya sumber pangan bagi ular.

Iwan menjelaskan, ular itu ditemukannya saat melakukan survei habitat badak sumatera beberapa waktu lalu. Tempat penemuannya adalah di kawasan hutan yang habitatnya masih terjaga, yaitu di hutan primer.

Trimeresurus sumatranus, jelas Iwan, biasanya memakan katak, tikus hutan, dan beberapa jenis burung. Biasanya, ular didapati berada di cabang pohon yang berukuran kecil dan masih dekat dengan tanah.

Menurut Iwan, ular tersebut aktif pada malam hari. Sebaran habitatnya sendiri ada di Sumatera, Mentawai, Nias, Borneo, hingga ke Semenanjung Malaysia hingga Thailand.

Saat ini, jenis ular langka ini pun menghadapi ancaman. "Ada banyak ular yang diburu. Ular ini coraknya unik, jadi termasuk salah satu yang diburu. Ular juga diburu untuk diambil toksinnya," kata Iwan.

Ancaman juga datang dari aktivitas perusakan hutan. "Kalau hutan dirusak, habitat dirusak, itu juga ancaman untuk ular ini," jelas Iwan saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/12/2011).

Menghentikan perusakan hutan dan perburuan adalah langkah tepat memelihara kelangsungan hidup spesies ular ini. Dengan langkah itu pula, banyak spesies bisa terselamatkan.




sumber:sains.kompas.com

Misteri Penemuan Kepala Mumi Raksasa Di Peru



Sebuah tengkorak besar ditemukan di Peru. Kepala berbentuk aneh ini, berukuran hampir sebesar tubuhnya telah membuat bingung para antropolog. Kepala tengkorak itu adalah salah satu dari dua yang ditemukan di kota Andahuaylillad di selatan propinsi Quispicanchi.

Kerangka ini ditemukan oleh Renato Davila Riquelme. Riquelme bekerja untuk museum Privado Ritos Andinos di Cusco, Peru. Dia mengatakan bahwa rongga mata kerangka tersebut jauh lebih besar dari biasanya yang terlihat pada manusia.

Dalam kerangka itu terlihat ubun-ubun yang terbuka seperti yang dimiliki anak-anak di tahun pertama. Namun, tengkorak itu juga memiliki dua graham besar yang hanya ditemukan pada manusia yang usianya lebih tua.

Riquelme menambahkan tengkorak yang ditemukannya itu menarik perhatian tiga antropolog dari negara yang berbeda. Para antropolog itu dari Spanyol dan Rusia. Mereka tiba di museum baru sepekan lalu untuk menyelidiki temuannya. Dan antropolog itu sepakat jika kerangka itu bukanlah kerangka manusia. Mereka pun tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Pun penilaian itu dangkal, tapi jelas bahwa kerangka tidak sesuai dengan setiap kelompok etnis di dunia ini," kata Riquelme seperti dikutip dari Daily Mail.

Sisa-sisa bola mata diperkirakan akan membantu untuk menentukan genetik DNA dan akan akan memberikan jawaban, apakah kerangka itu manusia atau bukan.

Sedangkan kerangka satunya lagi dianggap tidak lengkap. Kerangka tersebut tidak memiliki wajah dan tampaknya dibungkus dalam lapisan sebagai posisi, plasenta janin.




sumber:vivanews.com

Ditemukan Kode Rahasia Mata Mona Lisa



Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci diyakini menyimpan misteri. Terutama, apa yang tersirat di balik senyum Monalisa. Mona Lisa kembali berada di pusaran misteri saat para detektif seni menemukan hal baru dalam karya agung itu. Di matanya.

Tersembunyi di cat gelap di bagian pupil mata Mona Lisa, terdapat huruf yang disusupkan oleh sang maestro, Leonardo da Vinci. Kode rahasia ini terungkap berkat teknologi pembesaran termutakhir.

Pengungkapan ini mungkin terinspirasi langsung novel laris 'Da Vinci Code' yang menyebut Mona Lisa menyimpan petunjuk tersembunyi tentang Holy Grail -- Cawan Suci. 

Adalah Silvano Vinceti, presiden Komite Warisan Budaya Italia, yang menemukan simbol tersebut. "Untuk mata telanjang, simbol ini tak kelihatan, tapi dengan kaca pembesar, itu jelas terlihat," kata dia, seperti dimuat situs Daily Mail, Senin 13 Desember 2010. 

Apa simbol yang disembunyikan Da Vinci di mata Mona Lisa?

"Di mata kanan terlihat huruf 'LV' yang mungkin inisial namanya, Leonardo da Vinci, sementara di mata kirinya juga terdapat simbol huruf yang belum terdefinisikan."

Para ahli belum memutuskan huruf apa di mata kiri Mona Lisa. Itu bisa saja huruf 'CE' atau huruf 'B'. 

"Sementara di lengkung jembatan di latar belakang lukisan, bisa terlihat angka '72' atau itu bisa jadi huruf 'L' dan angka '2'. "

Namun, berdasarkan hasil investigasi sementara, para detektif seni mengaku yakin, bahwa simbol itu sengaja dibubuhkan oleh Da Vinci. 

Inisiatif pencarian simbol dalam lukisan Mona Lisa seperti plot Dan Brown setelah seorang anggota komite menemukan buku kuno di sebuah toko antik. Buku ini merujuk pada simbol dalam mata Mona Lisa.

Apalagi, 'Da Vinci meletakkan penekanan khusus dalam lukisan Mona Lisa. Dan kita tahu, ia membawa lukisan itu ke manapun di tahun-tahun terakhir hidupnya," kata Vinceti. 

"Kami juga tahu bahwa Da Vinci adalah seorang yang esoteric -- hanya bisa dipahami orang-orang tertentu, dan kerap menyisipkan simbol-simbol dalam karyanya. Siapa tahu, tambah Vinceti, mungkin ada pesan cinta di sana. 

Vinceti adalah anggota sebuah kelompok yang mengajukan izin untuk menggali makam Da Vinci dari nisannya di Kastil Amboise di Desa Loire, Perancis. 

Tujuan penggalian makam, untuk melihat langsung tengkorak sang maestro dan membuktikan apakah Mona Lisa adalah gambaran diri Da Vinci.



sumber:www.inertseven.info

Penemuan Terbaru Hewan-Hewan Unik



Bumi kian tua, tapi kian banyak spesies hewan baru yang ditemukan. Ada yang unik, lucu, tapi banyak pula yang tampang dan rupanya menggerikan. Sejumlah hewan di bawah ini masuk dalam kategori ‘Halloween Species’ versi National Geographic edisi Oktober.

Halloween adalah hari, yang menurut legenda, di mana seluruh makhluk halus berkumpul dan jatuh pada 31 Oktober tiap tahunnya.


1. Beelzebub Bat (Kelelawar Iblis)

Beelzebub merupakan salah satu Pangeran di neraka. Nama ‘sadis’ itu kemudian diberikan pada kelelawar yang baru diumumkan pada 2011 ini. Nama ‘bengis’ ini disandang sang kalong seusai dengan warna bulunya yang hitam. Kontras dengan warna perut putihnya.

Burung yang ditangkap di hutan hujan Vietnam ini, selalu sigap menginggit siapa pun yang menangkapnya.”Jika ada dia di tangan Anda, dia akan mencari cara apa pun untuk kabur,” kata Neil Furey sebagai ahli biologis di grup konservasi Fauna & Flora International.


2. Cyclops Shark (Hiu Mata Satu)

Bentuknya mungil jika dibandingkan dengan saudaranya sesama hiu, yakni hanya 56 cm. Hanya ada satu mata di tubuh dan terletak tepat di tengah kepalanya. Hiu ini ditemukan di Meksiko.


3. Jamur Pengendali

Ditemukan spesies jamur batu yang tumbuh di kepala semut di hutan Brasil. Jamur ini bisa mengambil alih kendali otak sebelum akhirnya membunuh sang semut untuk mencari inang baru.


4. Devil Worm (Cacing Setan)

Cacing ini diklaim sebagai hewan yang hidup paling dalam di perut bumi. Nama latinnya Halicephalobus mephisto, sesuai dengan tokoh setan di legenda Faustian.



5. Kodok Vampir Terbang

Kodok jenis ini pertama kali ditemukan di tahun 2008 dengan panjang hanya lima centimeter. Mereka hidup di selatan Vietnam dan menggantungkan hidupnya dengan bergelantungan dari pohon ke pohon. Bagian tubuh yang digunakan: jari berselaput.


6. Dinosaurus Evil Spirit

Spesies yang ini sudah punah jutaan tahun lalu. Namun, seorang paleontologist berhasil menemukan bukti keberadaan dinosaurus ini. Dia memiliki moncong pendek dengan gigi depan tajam.


7. Tiny Pit Viper

Spesies dari China ini diumumkan penemuannya pada Juli 2011. Didaulat sebagai ular viper terkecil di dunia dan hanya bisa tumbuh hingga 0,7 meter.


8. Kodok Bertaring

Inilah kodok yang ditemukan ditemukan di Kepulauan Sulawesi dan bernama latin d Limnonectes species I. Ada 13 jenis dari kodok ini, sembilan di antaranya baru pertama kali ditemukan.

Namun, taring yang jadi bagian dari namanya sesungguhnya bukan taring. Melainkan tulang rahang yang menonjol.


9.Pit Viper Bermata Ruby

Spesies ini baru diumumkan pada Maret lalu dan hidup di Vietnam, timur Kamboja sepanjang plato Langbian.



VIVAnews.com

Ditemukan Fosil Purba Buaya Sepanjang 11 Meter



Fosil spesies buaya purba ditemukan di Maroko pada awal tahun 2.000-an dan dibawa ke Royal Ontario Museum di Kanada. Setelah satu dekade, palaentolog akhirnya berhasil mengidentifikasi fosil tersebut dan mempresentasikan di Pertemuan Tahunan Masyarakat Palaentologi Vertebrata ke 71 di Las Vegas, AS, minggu ini.

Palaentolog menyatakan bahwa fosil itu adalah buaya purba, diberi nama ShieldCroc. Pemberian nama didasarkan pada karakteristik kepala yang dimiliki buaya itu. Menurut hasil konstruksi, buaya purba itu mempunyai lapisan tulang unik di kepala yang diselimuti oleh pembuluh darah dan lapisan kulit khusus.

Ukuran ShieldCroc lebih kurang 9-11 meter dan tinggal di sungai membuatnya disebut monster sungai. Spesies ini diperkirakan memangsa coelacanth yang berukuran panjang 4 meter. Meski memakan mangsa yang cukup besar, ShieldCroc memiliki rahang yang relatif lemah dibandingkan buaya modern.

Casey Holiday, palaentolog dari University of Missouri yang mengidentifikasi fosil buaya purba itu, mengatakan, "Mereka adalah pemangsa yang cepat, menunggu mangsa datang dan mengambil dengan cepat, menelan dengan mulutnya yang besar dan berbentuk seperti keranjang, seperti cara pelikan menelan."

ShieldCroc diperkirakan hidup 99 juta tahun yang lalu. Berdasarkan hasil perbandingan dengan buaya masa kini—meliputi buaya, kadal, dan aligator—ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan yang dimiliki ShieldCroc berfungsi membantu mengontrol temperatur badan dan berkomunikasi dengan individu sejenis lainnya.

Fitur hampir serupa juga dimiliki beberapa buaya modern. Misalnya, buaya Kuba memiliki tanduk di sisi kepalanya, yang pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina sekaligus mengusir pejantan lainnya. Meski begitu, diketahui bahwa lapisan seperti pada ShieldCroc merupakan satu-satunya yang pernah ditemukan.

Penemuan ShieldCroc mengindikasikan bahwa buaya berevolusi dari wilayah Mediterania. Selain itu, penemuan ini juga menunjukkan keragaman buaya di wilayah lintang selatan Bumi, termasuk Afrika.

"Ini pastinya menunjukkan bahwa Afrika adalah pusat beragam buaya hidup di tempat dan waktu yang sama," kata Holiday seperti dikutip situs National Geographic.




sumber: National Geographic News

Mungkinkah Ini Tengkorak Alien?



Sebuah tengkorak ditemukan di Andahuaylillas, selatan Propinsi Quispicanchi, Peru. Tengkorak itu begitu aneh, berukuran hampir 50 cm, sehingga beberapa kalangan bertanya-tanya, inikah tengkorak alien?

Renato Davila Riquelme yang bekerja di Museum Privado Ritos Andinos, penemu tengkorak itu, mengatakan bahwa meski mirip manusia, namun lubang mata tengkorak jauh lebih besar dari tengkorak manusia mana pun.

Keanehan lain, ada bagian lunak di tengkorak, disebut fontanelle, yang biasa dijumpai pada bayi. Meski demikian, tengkorak memiliki dua gigi geraham besar yang hanya didapati pada manusia dewasa.

Riquelme mengatakan bahwa tiga antropolog dari Rusia dan Spanyol telah datang ke museumnya. Mereka sepakat bahwa tengkorak itu bukan milik manusia.
"Meski evaluasi masih dangkal, namun bia dipastikan bahwa fitur-fiturnya tidak merujuk pada etnis apapun di dunia," kata Riquelme seperti dikutip Daily Mail, Sabtu (19/11/2011).

Analisa lebih lanjut akan dilakukan. Adanya sisa bola mata pada bagian kanan lubang mata di tengkorak memungkinkan ilmuwan melakukan analisa DNA untuk memastikan apakah tengkorak itu benar-benar milik alien.

Selain tengkorak ini, ditemukan pula fosil lain yang sudah terkesan tak berwajah. Fosil itu dibungkus oleh sebuah lapisan sebagaimana layaknya plasenta.  

Meski beberapa kalangan menduga bahwa tengkorak ini milik alien, namun sebenarnya ada penjelasan lain. Di masa lalu, ada praktik memanjangkan kepala untuk tujuan status sosial.
Pembentukan biasanya dilakukan dengan membungkus kepala dengan kain secara ketat. Sementara, praktik membuat kepala lebih datar dilakukan dengan kayu.

Biasanya, pembentukan dilakukan pada saat bayi karena kepala yang masih lunak. Pembentukan bisa dimulai satu bulan setelah bayi lahir dan berjalan hingga 6 bulan sesudahnya.


sumber: Daily Mail

Katak Yang Dinyatakan Punah 50 Tahun Lalu Ternyata Kembali Terlihat



Yerusalem - Kepunahan tidaklah selalu bisa diprediksi secara benar 100%, karena selalu saja ada yang meleset perkiraannya. Penasaran?

Di wilayah selatan Israel, seekor jenis katak yang sebelumnya dipercaya sudah punah telah 'kembali', setelah dilaporkan terlihat di wilayah tersebut.

Seperti yang dikutip dari ST, Omri Gal dari Nature and Parks Authority Israel, mengatakan bahwa katak jenis Hula Painted Frog kembali terlihat pekan ini setelah 50 tahun terakhir. Sebelumnya katak jenis ini sudah dinyatakan punah.

"Ini adalah sebuah temuan yang hebat. Kini kami memiliki kesempatan kedua untuk melestarikan hewan ini," ujar Gal.

Katak Hula Painted Frog adalah hewan asli Lembah Hula, Israel; lembah yang dikeringkan pada tahun 50-an untuk memerangi penyakit Malaria yang beredar luas saat itu.





sumber:forum.vivanews.com