Berprofesi Sebagai "Mak Comblang" Raih Keuntungan Rp. 500 Juta Perbulan



APA yang anda cari setelah bisnis yang anda geluti mapan, atau setelah karier anda sudah mantap? Pastinya anda mencari pendamping hidup untuk menemani anda.

Setelah sibuk bekerja, terkadang beberapa orang lupa cara menjalin hubungan dengan orang lain. Karenannya, Joanne Warsito memilih untuk membaktikan hidupnya membantu orang mencari pasangan hidup. ”Pacaran itu profitable kalau punya tujuan. Berpacaranlah dengan orang yang memang anda mau dan anda punya tujuan dengannya,” kata Joanne, yang amat merahasiakan identitas para kliennya ini.

Matchmatching, itulah pekerjaan wanita dua anak ini. Jo menuturkan, guna membangun chemistry bersama kliennya, dia akan rela terlibat pembicaraan dengan klien selama beberapa jam. "Saya dan klien harus membangun chemistry terlebih dahulu caranya saya harus interview dia paling tidak selama dua jam," tuturnya

Menurut dia, sejak dulu memang manusia belajar berkencan dengan cara melihat bagaimana orang lain melakukannya dan juga dari banyak orang disekitar kita. "Tapi sayangnya, apa yang mungkin berhasil untuk mereka ternyata tidak bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi kita. Karena itu saya percaya bahwa  setiap orang memiliki “titik jual” atau “selling point” masing-masing.  Terkadang secara tak sadar kita berubah menjadi orang lain hanya agar  bisa diterima oleh lawan  jenis,” terangnya.

Perempuan yang mengasah skill matchmaking di SDN Trust, sebuah dating agency terakreditasi di Singapura ini percaya bahwa setiap perempuan memimpikan  bertemu “Prince Charming”   yang tepat untuk menghabiskan sisa hidup  dan berbahagia bersama selamanya.
"Saya mencari orang yang serius dalam berkomitmen. Apalagi buat yang long-term relationship bukan yang sekedar pacaran saja. Inikan tujuannya buat menikah," tegas Jo.

Sebenarnya begitu banyak para lajang yang sudah siap baik dari segi keuangan dan juga siap secara mental diluar sana, akan  tetapi masih banyak juga para lajang yang terjebak  berkencan dengan orang yang salah,  sehingga melakukan kesalahan yang sama  berulang-ulang.
Tanyakan  pada diri, apakah Anda sudah siap untuk menerima arti cinta  yang sebenarnya? Karena banyak  perempuan cantik, single dan pintar  yang ternyata masih bertanya-tanya, mengapa sulit sekali bagi mereka untuk menemukan pasangan yang tepat, terlebih lagi pertanyaan mengapa laki – laki amat sangat takut berkomitmen. Hal  ini merupakan beberapa hal yang dipelajari Jo dan sangat ingin dibagi ke  semua orang.
 
“Ada banyak situs dating online atau dating service,  tapi saat ini step  to next level, yang lebih tepat adalah personal  matchmaking,”  pungkas Jo yang membuka gerai konsultasi Matchactually-Asia, di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan.

Matchactually Asia

Jo akhirnya meninggalkan dunia korporasi yang telah dia lakoni selama 15 tahun, dan merintis dari nol Matchactually-Asia.

MatchActually-Asia  merupakan kombinasi dari Personal Matchmaking service dan Dating consulting. Jo sangat percaya bahwa untuk mempertemukan  pasangan yang  tepat secara efektif membutuhkan keseriusan dan dedikasi yang tinggi. Jo dan tim bekerja secara intensive mencarikan pasangan yang tepat dengan qualifikasi dan kesamaan nilai – nilai bagi para klien nya. Oleh karena itu Jo hanya ingin bekerja untuk para lajang yang memiliki tujuan yang jelas yaitu mencari pasangan untuk jangka panjang. 

Melalui Matchactually-Asia, Jo tidak hanya mencarikan pasangan bagi klien dari kandidat yang ada dalam database yang disusun dari registrasi online. Ia juga ”berburu” kandidat untuk kliennya, antara lain di pameran lukisan, wine-tasting, hingga tempat jamuan makan.
Selain mencarikan calon pasangan, Jo juga mengajari bagaimana berkencan sesuai dengan kondisi tiap-tiap klien. Misalnya, mulai dari cara mengirim ”sinyal” pada lawan jenis dengan tatapan tak lebih dari tiga detik, hingga soal cara mengomunikasikan persoalan pada pasangan.
Di Matchactually Asia ini, Jo mempunyai dua jenjang dalam bisnis biro jodoh. Pertama, Dating actually, di jenjang ini orang bisa melihat profil dan foto calon pasangannya namun jika ingin mengadakan kopi darat harus dengan persetujuan dari Matchactually Asia.

Kedua, yakni Personal Matchmaker yang lebih private dating yang artinya Jo merahasiakan semua kliennya dan mencoba memilihkan pasangan sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh klien.

"Untuk tarif relatif standar ya. Kalo dating actually biasanya kita buka harga Rp 5,5 juta tapi kalo personal Matchmaker itu bisa sampai Rp 30-60 juta," ungkap Jo.

Bisnis Matchactually Asia ini didirikan awal tahun 2011 hingga kini omzetnya mencapai Rp500 juta. Guna memaksimalkan kinerja. "Kami membatasi klien karena kami harus berusaha fokus terhadap visi dan misi kami, maksimal 25 klien," ujarnya

Menurut Jo, tidak ada yang salah dengan pilihan untuk melajang sejauh itu membahagiakan. ”Aku cuma enggak ingin melihat para single yang menuliskan statusnya, ’galau dan galau lagi....” pungkasnya.


sumber: economy.okezone.com

0 comments:

Post a Comment