Unik, Kura-Kura Kembar Dempet Lahir Di AS



Kasus bayi yang lahir dalam keadaan dempet pada bagian tubuhnya, mungkin sudah sering kita dengar. Tetapi kali ini di Amerika Serikat (AS), muncul laporan kasus kura-kura yang lahir dalam kondisi dempet.

Seorang pecinta binatang Todd Ray, mendapatkan telepon dari seorang bocah yang mengatakan bahwa kakeknya memiliki anak kura-kura yang butuh pertolongan.

Bocah tersebut tahu bahwa Todd akan membantu menyelamatkan anak kura-kura milik kakeknya yang baru berusia enam minggu tersebut. Pasalnya, anak kura-kura itu lahir dengan kondisi kembar dempet.

"Saya mendapat telepon dari seorang anak kecil yang mengatakan bahwa kakeknya memiliki kura-kura yang memiliki dua kepala dengan keadaan tubuh yang berdempetan," ujar Todd.

Todd mengaku bingung bagaimana menanganinya, karena dia takut kura-kura tersebut mati. Lantas dia menyuruh anak yang menelponnya untuk memberi kura-kura itu makan terlebih dahulu.
"Saya menyuruhnya untuk memberi makan kura-kura tersebut, karena ditakutkan mereka akan saling mencakar satu sama lain begitu sadar bahwa mereka tidak dapat lolos," imbuh Todd.
Melihat kura-kura kembar dempet ioni adalah pengalaman pertama bagi Todd. "Ini kali pertama aku melihatnya. mereka tidak dapat bergerak," lanjutnya.

Todd berkeinginan untuk memisahkan kedua tubuh kedua kura-kura tersebut. Namun, pemisahan dari tubuh binatang yang dempet adalah sebuah hal yang sangat jarang dilakukan.
Dr. Douglas Folland, seorang dokter hewan, pun mengatakan operasi pemisahan pada kura-kura tersebut dapat dilaksanakan bila yang menempel hanya bagian kulit. Tetapi yang menempel dari kura-kura malang tersebut adalah bagian tulang bawahnya.

"Kalau hanya kulit yang menempel dapat dengan mudah dipisahkan, tapi kura-kura ini yang menempel tulang kerangka bawahnya, sulit dipisahkan, karena keduanya butuh kerangka tulang tersebut," ujar Dr. Douglas.


sumber: nternational.okezone.com

Penemuan Baru Ilmuwan: Jenis Katak Pemanjat


katak jenis golden-capped boulder

PERTH - Para ilmuwan telah menemukan dua ekor jenis katak pemanjat di wilayah terpencil di timur laut Queensland, Australia.


Katak 'Kutini boulder' dan 'Golden-capped' ditemukan di dua kumpulan batuan granit di wilayah hutan hujan di Cape York Peninsula. Demikian seperti yang dikutip dari ABC.net, Senin (10/10/2011).

Dr Conrad Hoskin dari James Cook University mengatakan bahwa katak pemanjat tersebut menggunakan jemari mereka yang panjang untuk memanjat ketimbang melompat, sebuah adaptasi untuk bertahan di lingkungan yang berbatu.

"Katak-katak ini memiliki lengan yang panjang, jari panjang dan ruas jari yang besar, yang memungkinkan mereka untuk memanjat batu-batu tersebut," ujar Hoskin.

Dr Hoskin mengatakan bahwa katak jenis pemanjat ini hidup di bebatuan dan muncul di permukaan hanya ketika hujan di musim penghujan. "Anda bisa melihat di bebatuan air terjun, dan melihat katak-katak ini muncul dari bebatuan tersebut," ujarnya.

Selain itu, Hoskin juga mengatakan bahwa tidak banyak mahkluk yang hidup di habitat yang tak biasa tersebut. "Hanya ada katak, kadal, laba-laba dan beberapa jenis serangga," ungkapnya.

Hoskin menjelaskan bahwa katak pemanjat memakan semut sebagai sumber makanan dan menaruh telurnya di dekat bebatuan.

"Kebanyakan katak di Australia berukuran panjang hanya 2 sentimeter, namun katak jenis ini ukurannya bisa mencapai 5 sentimeter," pungkas Dr Hoskin.




sumber: techno.okezone.com

Ditemukan Pil Yang Mampu Menunda Timbulnya Uban Di Rambut



Uban memang sering kali menjadi 'momok' yang menakutkan bagi penampilan setiap orang.

Nah, bagi Anda yang risau dengan kehadiran rambut uban, jangan khawatir. Sebab, tak lama lagi akan tersedia pil yang mempu menunda proses timbulnya uban.

Seperti dikutip Dailymail, para ilmuwan menciptakan sebuah pil vitamin yang bisa menahan tumbuhnya uban di usia 30, 40, bahkan 50-an. Bila diminum setiap hari, obat ini mampu mempertahankan warna alami rambut seseorang.

Terobosan ini datang setelah dilakukan penelitian lebih dari satu dekade di laboratorium perusahaan kosmetik L'Oreal.

Pasar global untuk produk kosmetik dan perawatan rambut mencapai nilai bernilai 8 juta pounds atau lebih dari Rp1 triliun. Pil dengan bahan ekstrak buah rahasia ini dipasarkan dengan harga cukup murah dan bisa dikonsumsi layaknya suplemen harian.

"Idealnya, pil ini diminum setiap hari, tapi sebaiknya pil ini diminum sebelum rambut berubah warna karena kami memang tidak berpikir pil ini dapat membalikkan proses munculnya uban," kata Bruno Bernard, dari L'Oreal.


sumber: gayahidup.inilah.com

Menakjubkan, Konsep Kapal Penjelajah Laut Sekaligus Dapat Terbang Di Udara



Gagasan  dari  desainer  Perancis  Yelken  Octuri  yang juga  desain kabin  untuk Airbus,  konsep ini  'Yacht Terbang' menggabungkan pengetahuan tentang desain pesawat dengan cinta  untuk  laut  untuk menciptakan  kapal pesiar  ini  konsep  aneh.  Kita telah melihat banyak konsep pesawat amfibi  sejauh ini, tapi yang satu ini melampaui mereka semua sebagai terbesar tidak sedikit. Ide terbang Yacht sepertinya tidak aneh atau tidak masuk akal, karena banyak insinyur  dan desainer  sudah  mendekatinya untuk mengubahnya menjadi kenyataan.












sumber: techfunfunda.blogspot.com

Batu Permata Rubi Yang Retak



Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu permata rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu permata berharga tersebut.'

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”

Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”
“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu permata tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.


sumber: renungan-inspirasi-motivasi.blogspot.com

Coretan Kehidupan



Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah , sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini , sang pengusaha sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh , dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Di pinggir jalan , tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.
Namun , karena berjalan terlalu kencang , tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang diparkir di jalan. Tapi , bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah. .. ternyata ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Cittt ……. ditekannya rem mobil kuat-kuat.
Dengan geram , dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Jaguar yang tergores , bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain , begitu pikir sang pengusa ha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.
Ditariknya seorang anak yang paling dekat dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. “Apa yang telah kau lakukan ? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku ! Lihat goresan itu “, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu mobil. “Kamu tentu paham , mobil baru semacam ini akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores ,” ujarnya lagi dengan geram , tampak ingin memukul anak itu.
Sang anak tampak ketakutan dan berusaha meminta maaf. “Maaf Pak , maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab , saya tidak tahu lagi harus melakukan apa “. Pada air mukanya tak tersembunyikan rasa ngerinya, dan tangannya bermohon ampun. “Maaf Pak , saya melemparkan batu itu , karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”
Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah , di dekat mobil-mobil parkir tadi. “Itu di sana ada kakakku. Dia tadi tergelincir , dan terjatuh dari kursi rodanya.
Saya tak kuat mengangkatnya. Dia terlalu berat. Badannya tak mampu saya papah, dan sekarang dia sedang kesakitan…” Air matanya mengalir makin deras yang diusapnya berkali-kali dengan punggung tangannya bergantian. Ia mulai terisak.
Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. “Maukah Bapak membantu saya mengangkatnya ke kursi roda ? Tolonglah , kakakku terluka , tapi dia terlalu berat untukku” . Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera , diangkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian diambilnya sapu tangan mahal miliknya , untuk mengusap luka di lutut anak itu.
Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat , kedua anak itu pun berterima
 kasih , dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. “Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak ” Keduanya berjalan beriringan , meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka.
Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu , melintasi sisi jalan menuju rumah mereka. Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat , sambil merenungkan kejadian yang baru saja dialaminya. Kerusakan yang terjadi pada mobil mahalnya bisa jadi bukanlah hal sepele.
Namun , ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.Ia sengaja membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: “Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat , karena , seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatian mu.”
Saudara, sama halnya dengan kendaraan , hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya , hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat , sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar ?
Kadang , kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak , dan menyadari setiap ujaran Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan , memacu hidup dengan penuh nafsu , hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Saudara, kadang memang , ada yang akan “melemparkan batu” buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita ?


sumber: renungan-harian.com

Anak Yang cacad



Seorang Ibu sangat gembira ketika menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya. Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut. Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.
Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.
Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.
Si Anak: “Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?”
Ibu: “Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan-segan bawalah!”
Si Anak: “Tetapi kawan saya adalah seorang cacat, karena korban perang di Vietnam.”
Ibu: “……oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacat?” – nada suaranya sudah agak menurun
Si Anak: “Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!”
Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: “Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah..”
Si Anak: “…tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga rusak.. begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!”
Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: “Nak, lain kali saja kawanmu itu diundang ke rumah kita, untuk sementara suruh saja tinggal di hotel, kalau perlu biar ibu yang bayar nanti biaya penginapannya..”
Si Anak: “…tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!”
Si Ibu: “Coba renungkan nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung ke rumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat seorang anak dengan tubuh yang cacat dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan-jangan nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.”
Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.
Orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung ke rumah mereka.
Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang ke sana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!
Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tersebut kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan
……. dengan orang cacat?
……..yang bukan karena cacat tubuh saja?
……. tetapi caca tmental atau
……..cacat status atau cacat nama atau
……..cacat latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang
…….yang jatuh miskin?
…… yang kena penyakit AIDS?
…….yang bekas pelacur?
…….yang tidak punya rumah lagi?
…….yang pemabuk?
…….yang pencandu?
…….yang berlainan agama?

Renungkanlah jawabannya hanya Anda dan Tuhan saja yang mengetahunya. Dan yang paling penting adalah “SIKAP” Kita dalam memandang suatu hal harus kitaubah menjadi yang lebih baik atau lebih positif. Karena dengan sikap positif secara otomatis akan menumbuhkan sikap rendah hati, peduli terhadap orang lain dan tentunya hal-hal lain yang lebih baik.


sumber: /renungan-harian.com