Mungkinkah Kerusakan Yang Disebabkan Stroke Dapat Sembuh?



Itu tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakannya. Misalnya, bila masalahnya adalah pengerasan dinding pembuluh darah (arteriosclerosis) karena tekanan darah tinggi, maka satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah menjaga agar tekanan darah tetap normal dan suplai darah ke otak mencukupi.
Bila penyebabnya adalah penyumbatan pembuluh darah (dilihat dengan sinar X), penyumbatan mungkin dapat disingkirkan atau pembuluh yang rusak diganti dengan pembuluh yang dicangkokkan.
Bila stroke disebabkan oleh pendarahan otak yang menekan jaringan otak, darah yang membeku dapat diambil melalui operasi.
Biasanya, tindakan operasi sekali pun tidak banyak menolong. Kebanyakan pasien stroke lebih memerlukan perawatan untuk mencegah efek yang ditimbulkan daripada tindakan operasi uantuk mengobati penyebabnya (di Inggris saja terdapat 125.000 penderita stroke tiap tahun). Dan banyak hal yang dapat dilakukan. Otak manusia itu pegas dan tidak seluruhnya digunakan. Pada otak terdapat bagian-bagian yang tidak mempunyai fungsi yang jelas dan bertugas mengambilalih pekerjaan bagian lain yang sedang rusak. Seorang penderita stroke dapat ditolong dengan fisioterapi dan pengobatan medis serta diberi perhatian dan dorongan moril oleh orang-orang yang dikasihinya. Aktris Patricia Neal, misalnya, yang tubuhnya lumpuh separuh dan mulutnya tidak bisa bicara setelah terkena stroke, ternyata bisa sembuh kembali berkat pertolongan fisioterapi dan pengobatan medis serta perhatian yang terus-menerus dari suami dan sahabat-sahabatnya. Bahkan, ia kembali dan berhasil mencapai sukses.
(Catatan: stroke adalah serangan pada otak yang dapat mengakibatkan kelumpuhan).

Claire Rayner

Ruwet Tapi Indah



Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu." Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, ! dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?" Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini..
Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku."


"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:8-9).
 

Sumber: R.H.K

Perjuangan Seorang Istri



Ada seorang guru di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Da Chanyun demikian namanya, ia memperistri Li Zhengjie yang tidak memilki pendidikan. Da Chanyun adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di kampung Dakou. Setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar RB. 6.5 (atau sekitar Rp. 7.000,-). Suatu hari, di tempat ia mengajar, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup. Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek. Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar akan menjadi sebuah mimpi yang jauh baginya. Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati sang suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, meski kamu tidak bisa jalan saya akan menggendongmu sampai sekolah, dan kamu bisa mengajar lagi” demikian ujar wanita dari kampung yang buta huruf ini. Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang guru dari rumah sampai sekolah yang jaraknya 6 mil. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar.
Di sepanjang jalan, Li meraba saat ia menyebrangi sungai di antara bebatuan besar. Jarak yang cukup jauh dengan menggendong suaminya, ia sering merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitipkan ke beberapa murid yang badannya agak besar, lalu ia bergesa-gesa balik pulang.Karena di rumah masih ada sawah yang menunggunya untuk dikerjakan. Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ia merasa ada kekuataan selama ia menjadi istri Da Chanyun. Walaupun jarak dari rumahnya ke sekolah tidak ada jalan lain, selain dari jalan tikus, dengan batu-batuan yang berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil. Ia tetap menggendong selama 17 tahun.

Pada suatu hari di musim hujan, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungai yang deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih. Untung mereka tertahan oleh ranting pohon yang melintang di hulu sungai. Setelah lebih kurang setengah jam, Li berusaha berjuang untuk bisa keluar dari seretan arus yang kuat. Kebetulan ayahnya Da Chanyun melintasi sungai tersebut. Ketika ia melihat anak da menantunya berjuang melawan arus, ia menarik anak dan menantunya, akhirnya mereka baru berhasil diselamatkan. Mereka lolos dari ancaman maut. Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya yang kekar menahan batu yang mengganjal. Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras tanpa mengenal lelah. Sang suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu hatinya merasa iba. Du Chanyun memulai rencana agar sang istri bisa meninggalkannya, ia tak ini sang istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, akhirnya mereka sungguh-sungguh akan bercerai.

Di hari perceraian yang ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri yang dikenal akrab ini. Begitu melihat kedatangan mereka, semua orang yang berada di kantor merasa gembira dengan kedatangan mereka. Tiba2 suasana di kejutkan dengan pernyataan mereka yang ingin meminta perceraian mereka. “Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai, dan kami tidak mau melayani. kalian pulang saja,” ujar pihak kelurahan. Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya. “Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya akan tetap menggendong kamu sampai tua.” mendengar penuturan istrinya, Da Chanyun memandang istrinya dengan berlinangan air mata. "Meski kamu tidak lagi suka dengan saya, saya tetap akan mencintaimu sampai tua." lanjut istrinya. Sang suami mengembangkan tangannya untuk memeluk istrinya. Istrinya pun mendekat untuk memeluk suami tercintanya.

Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri ini bisa memberikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Di sekolah itu, fasilitas pendidikannya sangat kurang baik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Chanyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak, sehingga mereka bisa memainkan musik meski hanya dengan daun. Sedang Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan. pada musim panas dia memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin masak obat anti flu buat anak-anak. Di bawah bantuan sang istri, selama 17 tahun Da Chanyun tidak pernah membolos dalam mengajar. Baik dalam musim dingin, hujan dan panas tidak menjadi halangan buat mereka untuk pergi ke sekolah. Suatu hal yang menggembirakan, data yang terkumpul dari kepala sekolah tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa yang lulus dari sekolah SD tersebut mencapai 100 %. keberhasilan dan kegigihan sepasang suami istri ini mendapat sanjungan dari berbagai pihak. Baik dari kalangan masyarakat setempat, pemerintah propinsi dan keluarga besar mereka. ***

Google Akan Mengganti Nama 'Blogger & Picasa"



Dua layanan populer milik Google, Picasa dan Blogger tidak lama lagi akan lenyap. Bukan karena Google menghapusnya, tetapi karena raksasa internet itu ingin 'membuang' kedua nama produk itu untuk diganti namanya. 

Picasa dan Blogger yang telah berganti nama, nantinya akan tetap menjadi komponen kunci dari keluarga produk Google. 

Rebranding Picasa dan Blogger ini kabarnya merupakan bagian dari strategi baru Google dalam memperkenalkan Google+, dimana beberapa produknya yang tidak menggunakan nama Google dipensiunkan dan diganti dengan nama yang menyertakan nama Google
. 
Menurut laporan Mashable, enam minggu lagi, layanan pengeditan gambar dan platform blogging populer ini akan diganti namanya menjadi Google Photos dan Google Blogs. Namun Google sendiri belum mau berkomentar saat ditanyai soal rencana rebranding ini. 

Keputusan Google cukup masuk akal, mengingat para pengguna kedua layanan ini umumnya kurang ngeh bahwa layanan yang mereka gunakan adalah produk Google. Nah, integrasi Picasa dan Blogger ke Google+ diharapkan bisa menjadi jawabannya. 



sumber: fakta-dan-unik.blogspot.com

Terjebak Di Roller Coaster Yang Macet Selama 6,5 Jam



Permainan roller coaster memang menantang. Namun, permainan ini bisa berubah mengerikan jika kereta macet tidak bergerak sama sekali selama berjam-jam. Para penumpang roller coaster di sebuah taman di Skotlandia pucat pasi ketika kereta yang mereka naiki tidak bergerak pada ketinggian 27 meter selama 6,5 jam.
Ada sembilan penumpang ketika itu, termasuk seorang anak berusia 9 dan 13 tahun. "Saya pikir saya akan mati. Ini terjadi dengan tiba-tiba. Seorang perempuan di depan saya selalu menangis. Ada lagi perempuan di belakang saya yang terus menangis karena telah meninggalkan bayinya yang berusia 15 bulan. Akhirnya saya tenang sejenak, setelah berada di atas selama 6,5 jam,” ujar Razma Mian.


sumber:VIVAforum

Ternyata Model Lukisan Monalisa Adalah Laki-laki



Pecinta seni selama berabad-abat terus berdebat soal senyum di wajah perempuan lukisan Leonardo da Vinci, Mona Lisa. Muncul dugaan tokoh lukisan itu adalah pria.

Seorang ahli sejarah mengklaim model dalam karya Leonardo da Vinci adalah pria yang gemar merenung bernama Gian Giacomo Caprotti. Hidung dan mulut Caprotti memiliki kesamaan mencolok dengan Mona Lisa. Caprotti dikenal pula bernama Salai.

Silvana Vinceti, peneliti yang menganalisis lukisan menggunakan teknik pembesaran gambar mengklaim tanda ‘S’ di mata model menjadi penanda untuk Salai. Beberapa karya Leonardo seperti St John the Baptist dan Angel Incarnate berdasarkan keberadaan Salai.

Vinceti, presiden Komite Nasional Warisan Budaya Italia, mengatakan lukisan itu menggambarkan pria muda yang langsing, tampak seperti perempuan, berambut ikal pirang dan panjang serta raut wajah mirip Mona Lisa.

“Salai adalah model favorit Leonardo. Sebab itulah Leonardo memasukkan karakteristik Salai dalam versi terakhir Mona Lisa.”

Salai magang di tempat Leonardo da Vinci selama lebih dari dua dekade sejak 1490. Bahkan, dikabarkan keduanya menjalin cinta. Sebelumnya, beberapa ahli mengklaim lukisan Leonardo yang menakjubkan ini merupakan potret diri.


sumber: VIVAforum

Pengusaha Sukses Tanpa Fasilitas



Soedarjo, putra bangsa kelahiran Jakarta, 19 Desember 1922 dari pasangan Soerjadi dan Atmawati itu mengawali kariernya di perusahaan kereta api pada masa penjajahan Belanda. Dia pun menyelesaikan pendidikan khusus perkeretaapian.
Saat menjadi kepala stasiun kereta api, ia mengasah kemahiran berbahasa Belanda dan berbahasa Inggris. Keahlian dan kemahirannya dalam berbahasa Belanda dan Inggris itulah yang pada akhirnya mengantarnya untuk menggantikan orang Belanda memimpin stasiun kereta api Bogor pada usia 26 tahun. Setelah itu ia juga memimpin stasiun kereta api di Sukabumi dan Jakarta pada zaman pendudukan Belanda.
Penganut agama Kristen berdarah Jawa-Sunda-Betawi itu juga berkesempatan memimpin Kereta Api Kepresidenan RI. Ketika itu di akhir Desember 1945, Soedarjo ikut dalam usaha penyelamatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden M Hatta serta sejumlah menteri dari Jakarta ke Yogyakarta, setelah Jakarta diangap tidak aman bagi para pemimpin RI.
Bersamaan dengan teman-temannya, Soedarjo melangsir mundur gerbong-gerbong kereta api dari Stasiun Manggarai untuk dihentikan tepat di belakang rumah Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur (sekarang Gedung Pola). Bung Karno dan para pemimpin Republik Indonesia yang baru diproklamasikan itu naik ke gerbong dan kemudian dilarikan ke Yogyakarta. Semua dilaksanakan dengan hati-hati, tanpa lampu, agar tidak ketahuan pasukan sekutu. Atas jasa itu, pemerintah menganugerahi Satya Lencana Wirakarya sebagai pejuang (1944-1952).
Namun dalam usia 30 tahun, Soedarjo meninggalkan jabatan yang sangat terhormat untuk pribumi kala itu. Sejak 1952, dia memilih menapaki perjalanan hidup dalam dunia bisnis. Dia memulai usaha sebagai broker karet. Kemudian merambah ke bisnis kopi. Bahkan tiga tahun kemudian, dia sudah mengikuti kegiatan bursa lelang di Jerman dan Belanda.
Perusahaannya pun makin berkembang hingga menangani berbagai bidang, yakni ekspor, impor, industri, pertanian dan perkebunan, asuransi, industri pers, perbankan, dan industri farmasi. Di antaranya mengelola perkebunan karet Tigaraksa di Balaraja. Tahun 1954 mendirikan PT Indonesia Brokers Association Jakarta.
Ketua Yayasan Universitas Kristen Indonesia dan Ketua Yayasan Rumah Sakit PGI Cikini, itu meraih sukses dalam bisnis tanpa mendapat fasilitas khusus apa pun dari pemerintah. Sehingga dia dijuluki "pejuang pengusaha dan pengusaha pejuang".
Seraya tetap menggeluti bisnisnya di berbagai bidang termasuk perkebunan yang berlokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur, Soedarjo mulai terjun ke usaha penerbitan, pada 1977, atas ajakan HG Rorimpandey (almarhum) dan teman-temannya. Bergabung di Harian Sinar Harapan dan mendirikan percetakan PT Sinar Agape Pers.
Dia menjabat Presiden Komisaris PT Sinar Kasih, yang menerbitkan Sinar Harapan (diberangus pemerintah Oktober 1986), Mutiara 1983 - 2000 serta komisaris di PT Sinar Agape Press (percetakan untuk harian Sinar Harapan) 1971-1977. Juga menjabat Komisaris PT Sitra Express 1978 - 2001, dan Komisaris PT Pustaka Sinar Harapan 1981 - 2000.
Kemudian 1987 - 1998 menjabat Presiden Direktur PT Media Interaksi Utama, penerbit Suara Pembaruan, pengganti Sinar Harapan, sekaligus menjabat Pemimpin Perusahaan koran sore tersebut. Juga menjadi Presiden Komisaris PT Radio Pelita Kasih.
Kendati kesibukannya di dunia usaha pers, Soedarjo tetap aktif mengembangkan usahanya di bidang perkebunan, perkapalan, perbankan, serta pernah beberapa kali memimpin Rumah Sakit PGI Cikini, dan Yayasan Universitas Kristen Indonesia. Sebagai importir dia yang memperkenalkan mesin-mesin percetakan untuk koran Solna Printing. Soedarjo menekuni dunia pers sampai akhir hayatnya.
Soedarjo juga dikenal sebagai kepala rumah tangga yang sukses memimpin keluarga. Bersama istrinya, Soekini (78), mereka berhasil membawa anak-anaknya menyelesaikan pendidikan, dan sebagian mengikuti jejaknya menjadi pengusaha. Dari ketujuh anaknya (lima pria dan dua perempuan), Soedarjo dikaruniai 19 cucu.
Pada hari tuanya, cucu-cucunya menjadi salah satu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri baginya. Kepada cucunya, dia menerapkan pendidikan dan bimbingan yang pernah ia terima dari kakeknya, seorang guru jemaat di GKI Kwitang, Jakarta Pusat.
Di kalangan aktivis gerakan oikoumene, Soedarjo dikenal sebagai dermawan, donator, yang tak segan mengulurkan tenaga, waktu dan dana. Ia memberikan perhatian kepada semua kalangan, tanpa pernah membedakan latar belakangnya.
Soedarjo pernah menjabat Ketua Panti Jompo Doorkas, Ketua Yayasan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Ia aktif dalam proyek pembangunan gereja, khususnya GKI Kebayoran Baru Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Hingga akhir hayatnya, Soedarjo tercatat sebagai Ketua Yayasan Kesehatan PGI Cikini, yang dijabatnya sejak 1983.
Soedarjo bekerja di ladang Tuhan hingga akhir hayat. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang sangat dermawan. Menurut Julia Yewangoe dan Joyce Tampemawa, sekretaris yang lama melayani Soedarjo di PT Sinar Agape Press, "Bantuan yang diberikan bukan hanya terbatas pada kalangan yang dikenal atau akrab dengan beliau, tetapi juga kepada orang yang belum atau tidak beliau kenal. Setiap menjelang Natal, surat-surat permohonan dari seluruh Indonesia memenuhi meja beliau. Dan, boleh dikata semuanya dijawab dan disumbang oleh beliau, sampai-sampai kami layaknya kantor sosial saja yang menyalurkan sumbangan."
Permohonan bantuan terus datang, bahkan sampai Soedarjo pensiun. Uniknya, permohonan itu masih dilayani. Walaupun pernah diingatkan tentang benar tidaknya pemohon sungguh-sungguh memerlukan sumbangan itu, Soedarjo tetap melayaninya.
"Benar atau tidak, biar saja, itu urusannya dengan Tuhan," kata Julia maupun Joyce menambahkan. Dalam setiap kesempatan, Soedarjo memang menekankan kejujuran kepada karyawannya.
Pengusaha dan tokoh pers nasional ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir di kediamannya pada hari Rabu, 18 Januari 2006 dalam usia 83 tahun. Sampai saat ini ia akan selalu dikenang sebagai seorang sosok pengusaha yang dermawan dan bersahaja.

sumber:jawaban.com

Apakah Pria Mengalami Menopause?



Tidak. Kata menopause berarti berakhirnya haid, dan pria tidak mendapat haid. Tetapi pria mempunyai masa tersendiri yang ditandai dengan perubahan yang serupa dengan yang dialami wanita. Mereka dapat menjadi sadar bahwa usianya sudah menua dan menjadi tertekan karenanya. Mereka juga cemas akan kemampuan seksualnya, dan dapat menjadi lebih aktif atau malah kehilangan gairahnya sama sekali.
Kekhawatiran yang timbul mengenai pekerjaan, anak-anak, dan masa depan merupakan beberapa hal yang juga dapat menyebabkan depresi.

Pengobatan satu-satunya ialah dengan jalan berusaha menghilangkan kekhawatiran-kekhawatiran tersebut dan menerima perubahan-perubahan yang terjadi sebagaimana adanya. 

(Claire Rayner).

Keunikan Semut Melakukan Perkawinan Di Udara



Dalam musim panas kita biasa melihat ribuan semut jantan bersayap, mengudara mengejar semut ratu muda yang tebang dari berbagai sarang lain. Peristiwa ini disebut terbang musim kawin.
Beberapa sarang bisa menjadi berantakan karena gerakan terbang serempak itu. Udara dipenuhi titik-titik hitam. Burung Camar, burung layang dan burung gereja adalah tiga dari beberapa jenis burung yang menyambar dan menelan ribuan semut yang tak berdaya itu.
Untungnya, beberapa semut jantan berhasil menemukan dan berpasangan dengan semut ratu dari lain sarang, serta membuahi mereka dengan sperma. Semut jantan yang masih hidup setelah perkawinan itu dan terhindar dari santapan burung-burung, tidak diterima kembali di dalam sarang induknya. Mereka diusir pergi oleh semut pekerja. Mereka segera mati karena kehabisan tenaga, kepanasan atau kekurangan makanan.
Tapi semut ratu yang telah dibuahi, terbang lebih jauh dari sarang induknya, dan mencari tempat yang cocok untuk meletakkan telur-telurnya.
Kalau tempat yang cocok telah ditemukan, ratu itu lalu mendarat dan segera menggali sebuah lubang kecil di tanah. Ia meletakkan sedikit telur di dalamnya, kemudian mengeraminya supaya hangat dan aman.
Karenanya sayapnya sudah tidak ada gunanya lagi, ia menggosok-gosokan pada tanah sampai lepas. Otot-otot sayap di dalam dada merupakan cadangan  makanannya sampai musim dingin yang berikutnya. Semut ratu terus mengerami telur-telur itu sampai musim berikutnya. *** 

(John Paul)

Apakah Varises Berbahaya?



Varises adalah pembuluh darah balik yang membesar sehingga darah yang masuk terdesak mundur di antara dua denyut nadi. Hal ini disebabkan karena aktup yang seharusnya mencegah terjadinya hal tersebut telah berubah bentuknya. Varises dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan dapat juga oleh sebab lain. Orang gemuk yang banyak berdiri dapat menderita varises karena pembuluh darahnya mendapat tugas ekstra untuk mengembalikan darah ke jantung, dan ini berlawanan dengan gaya gravitasi. Varises juga dapat terjadi dimasa kehamilan, karena berat badan yang bertambah dan karena pengaruh hormon progestron yang mengendurkan dinding-dinding pembuluh darah. Ikatan kaus kaki atau korset yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan varises.
Varises sendiri sebenarnya tidak berbahaya meskipun kurang enak dilihat mata. Tetapi ada kalanya juga terjadi kerusakkan pada urat darah sehingga terjadi pendarahan. Bila sampai terjadi pendarahan yang hebat, maka pembuluh darah harus diikat agar pendarahan dapat dihentikan. 

(Claire Rayner).

Malaikat Penolong



Ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver: 

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar jam 5:00, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Blvd., dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. 

Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja. 

Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedihnya, dan bukan karena jatuhnya; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95. 

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, “Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!”. Jadi kami berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia sedang menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini.

Saya bertanya, “Apakah anda berdoa?”

Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, “IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.” 

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. 

Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kami berdiri di sebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. 

Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

Jadi ia mengemas semua barangnya ke dalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana. 

Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, “Apakah, Anda malaikat atau apa?” 

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, “Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.” 

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, ternyata mobil saya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah. 

Pahlawan Perang



Oleh: Rudyanto Lay

Kel 15:3,"TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya."

Ayat tersebut dikatakan Musa setelah kemenangan besar yang Tuhan berikan kepada umat Israel dalam peperangan melawan Firaun dan para pasukannya dan kini kita akan membahas mengenai 4 alasan mengapa Tuhan kita adalah Pahlawan Perang, yaitu:

1) Dia memberi kepastian kepada kita

Alasan pertama ialah karena Dia memberi kepastian kepada kita dan Tuhan Yesus berkata dalam Mat 24:35,"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."; ini berarti Tuhan memberi kepastian kepada kita bahwa seluruh firmanNya akan digenapi.

2) Dia mengangkat kita saat kita jatuh

Alasan kedua ialah karena Dia mengangkat kita saat kita jatuh dan firman Tuhan berkata dalam Maz 37:23-24,"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."; ini berarti kita tidak akan tergeletak, sebab Tuhan mengangkat kita saat kita jatuh.

3) Dia menjaga kita dari segala malapetaka

Alasan ketiga ialah karena Dia menjaga kita dari segala malapetaka dan firman Tuhan berkata dalam Maz 91:9-13,"Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga."; ini berarti Tuhan menjaga kita dari segala malapetaka dengan malaikat-malaikatNya.

4) Dia menghancurkan segala musuh kita

Alasan terakhir ialah karena Dia menghancurkan segala musuh kita dan firman Tuhan berkata dalam Kel 15:6,"Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.", juga Rasul Paulus berkata dalam Rom 8:37,"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."; ini berarti Tuhan menghancurkan segala musuh kita dan membuat kita lebih dari pemenang.

Kita telah membahas mengenai 4 alasan mengapa Tuhan kita adalah Pahlawan Perang dan kini kita akan membahas mengenai 4 hal yang harus kita lakukan, ketika kita mengetahui bahwa TUHAN adalah Pahlawan Perang, yaitu:

1) Jangan takut dan gentar

Yang pertama ialah jangan takut dan gentar dan firman Tuhan berkata dalam Yes 41:10,"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."

2) Hancurkan segala perbuatan Iblis

Yang kedua ialah hancurkan segala perbuatan Iblis dan firman Tuhan berkata dalam Ef 6:13,"Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu."

3) Memiliki jiwa yang aman dan tentram dalam Tuhan

Yang ketiga ialah memiliki jiwa yang aman dan tenteram dalam Tuhan dan firman Tuhan berkata dalam Maz 16:9,"Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram."

4) Mengharapkan perkara-perkara yang besar

Yang terakhir ialah mengharapkan perkara-perkara yang besar dan firman Tuhan berkata dalam Kol 3:1-2,"Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."

Pelangi Itu Tidak Hilang



Di sebuah desa, tinggal sebuah keluarga saleh. Mereka termasuk keluarga kecil yang cukup sejahtera. Baik suami maupun istri sama-sama bekerja. Sang suami sebagai karyawan di sebuah pabrik tekstil, sedang istri menjadi guru di SD dekat tempat tinggal mereka. Anak tunggalnya masih sekolah di SD tempat ibunya mengajar. Hidup mereka dipenuhi dengan kegembiraan.

Hingga suatu hari terjadilah peristiwa yang tidak mereka harapkan, yaitu sang suami di-PHK dengan alasan krisis. Satu-dua bulan memang belum terasa penuruan kehidupan mereka karena ada pesangon yang diberikan oleh pihak pabrik. Tetapi, menginjak bulan ketiga mulailah mereka merasakan kesulitan sebab pesangonnya sudah mulai habis sementara sang istri tidak bertambah honor mengajarnya.

Bulan keempat mereka sudah benar-benar mengalami kesulitan sebab sang suami belum mendapatkan pekerjaan lagi. "Bu, apa kita akan terus begini?" tanya anaknya. "Ibu tidak tahu, Nak," jawabnya singkat. Sementara itu suaminya mulai putus asa dan mengatakan sesuatu yang tidak pantas bagi orang percaya, "Katanya Tuhan berjanji akan memelihara kita, mana janjiNya itu?" Keadaan ini berlangsung selama berhari-hari.

Suatu hari sementara mereka masih dalam keputusasaan, terjadi peristiwa yang membuat mereka "sadar". Cuaca buruk terjadi di daerah itu. Bunyi petir bersahut-sahutan, awan gelap menutupi seluruh langit di wilayah itu. Tak lama kemudian hujan deras pun turun. Setelah satu jam, hujan mulai reda. Sinar matahari mulai menembus awan yang tersisa yang kadang masih menurunkan tetesan-tetesan air. Dan, di langit pun sudah mulai nampak pelangi indah.

Sang suami, istri dan anaknya melihat fenomena alam ini dengan biasa-biasa saja. Sekitar lima menit kemudian, mereka dikagetkan oleh bunyi petir yang masih "tersisa". Seakan tak mau kalah, awan pun mulai menutupi sinar matahari lagi. "Pak, Bu, pelanginya hilang," kata anaknya. Tetapi, tidak berselang lama, sinar matahari mulai menampakkan diri lagi dan saat itu pelangi pun muncul lagi. Demikian seterusnya terjadi berkali-kali. "Pelangi itu tidak hilang, Nak. Dia hanya bersembunyi sebentar," kata ayahnya.

Ternyata perkataan sang suami ini menyadarkan istrinya tentang janji Tuhan. Kemudian dia berkata, "Pak, Anakku, sebagaimana pelangi itu tidak hilang dan hanya bersembunyi sesaat karena awan dan petir, demikian juga dengan janji Tuhan. Janji Tuhan untuk memelihara kita tidak pernah hilang. Ketika awan masalah menimpa kita, seakan-akan janji Tuhan itu hilang. Tetapi, nanti sinar kasih Tuhan akan bersinar sehingga kita bisa melihat dengan jelas janji Tuhan itu."

2 Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin". 

Mungkin saat ini kita sedang dirundung permasalahan yang membuat kita tidak bisa melihat janji-janji pemeliharaan Tuhan. Ingat bahwa Tuhan adalah setia adanya. Dia tidak pernah mengingkari janjiNya. Mintalah bimbingan Roh Kudus supaya dimampukan untuk melihat kembali janji Tuhan, sehingga kita tidak putus asa dan tetap teguh. Amin.~ 

Sang Pemburu



Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, "Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?" Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

"Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman." Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terima kasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

Laporan: 75% Penganiayaan Tertuju Kepada Umat Kristiani



Tujuh puluh lima persen dari penganiayaan agama di dunia tertuju pada umat Kristiani, klaim sebuah laporan terbaru salah satu organisasi Katolik Inggris.
Setelah meneliti 33 negara, cabang Inggris organisasi Aid to the Church in Need melaporkan bahwa sebagian besar penganiayaan itu terjadi di Timur Tengah, Afrika dan Asia dalam laporan tahun 2011nya - "Teraniaya dan Terlupa? Sebuah laporan tentang orang Kristiani yang tertindas karena iman mereka."
Selain tersangka biasa - Cina, Iran, Korea Utara, dan Arab Saudi, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Venezuela, Zimbabwe dan bahkan Tanah Suci bersalah atas penganiayaan agama. Laporan ini juga menemukan bahwa orang Kristiani menghadapi peningkatan penganiayaan di 22 negara dimana Mesir, Irak, Nigeria, dan Pakistan di antara negara terburuk untuk ditinggali orang percaya. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa saat ini 100 juta orang Kristiani di seluruh dunia sedang menghadapi penganiayaan.
"Proporsi negara yang memiliki catatan memburuknya kekerasan anti-Kristen dan intimidasi akan lebih tinggi jika bukan karena fakta bahwa dalam banyak kasus situasi bisa lebih buruk pada awal terjadi kasus-kasus tersebut," kata laporan itu.
Selain penganiayaan dari ekstremis Islam, laporan tersebut juga menyoroti bahwa orang Kristiani ditekan dengan meningkatnya nasionalisme di negara-negara seperti Burma, India, dan Sri Lanka. Ada juga ancaman meningkatnya ekstremisme Islam di Afrika Utara dan sebagian Asia. Sementara itu, ada beberapa negara komunis dan ateis menekan hak-hak agama minoritas.
"Ekstrimis semakin menghubungkan umat Kristiani setempat di negara mereka dengan dunia Barat," jelas John Pontifex, juru bicara untuk Aid to the Church in Need. "Karena dalam banyak kasus mereka tidak dapat menyerang negara-negara Barat secara langsung, banyak ekstrimis mengalihkan api mereka pada orang-orang Kristiani setempat."
Minggu ini, Ann Widdecombe, seorang politikus Inggris terkenal, diangkat sebagai utusan khusus untuk kebebasan beragama Aid to the Church in Need.
Widdecombe, seorang Katolik, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia "semakin khawatir" oleh laporan kekerasan dan intimidasi terhadap umat Kristiani. Dia juga menyoroti inkonsistensi upaya pemerintah Inggris dalam melindungi hak-hak minoritas agama di dalam negeri dan kecenderungan menutup mata terhadap penganiayaan orang Kristiani di luar negeri.
"Ini saatnya untuk menjulurkan kepala kita ke atas tembok pembatas dan berbicara atas nama orang Kristiani yang menderita karena iman mereka," katanya. "Saya senang mendukung pekerjaan Aid to the Church in Need, yang melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk membantu orang-orang Kristen teraniaya."
Kardinal Inggris Keith O'Brien dari Edinburgh baru-baru ini menggambarkan penganiayaan orang Kristen "bisa dibilang merupakan skandal hak asasi manusia terbesar di generasi kita."
Oleh:  Ethan Cole, Koresponden Kristiani Pos

Membangun Bisnis dari Kursi Roda



Ralph Braun, pendiri BraunAbility, telah menghabiskan hidupnya di kursi roda karena penyakit pada tulang belakangnya. Untuk Braun dapat bergerak dia membangun sebuah skuter bertenaga baterai dan, kemudian, lift untuk kursi roda pada mobilnya. Perlahan-lahan, ia berbalik inovasi ini menjadi sebuah bisnis dengan penjualan $ 200 juta per tahun. Braun akhirnya menutup usaha skuter dan berfokus pada lift. Tapi sebelum ia melakukannya, Braun menjadikan dirinya pasokan seumur hidup untuk skuter. "Itu bagian dari lemari pakaian saya untuk memiliki salah satu triwheelers saya," katanya.

Inilah cerita kehidupan Braun:

Saya dibesarkan di Winamac, Indiana, di tengah ladang jagung, Anda mungkin berkata. Jika Anda menggambar garis lurus antara Indianapolis dan Chicago dan meletakkan jari Anda tepat di tengah garis, itu di mana Anda akan menemukan Winamac.

Ketika saya berumur 6 tahun, saya menemukan bahwa ada sesuatu yang salah. Saya tidak bisa menaiki tangga seperti anak-anak lain di keluarga saya. Orangtuaku membawaku ke sebuah rumah sakit anak-anak di Indianapolis, dan mereka mendiagnosis dengan distrofi otot. (Diagnosis ini kemudian berubah menjadi atrofi otot tulang belakang.) Saya baru saja 14 tahun ketika saya pergi ke sebuah kursi roda. Sangat traumatis, tapi saya punya orang tua yang saya bisa berikan ucapan terima kasih karena telah membantu saya melewati semuanya itu. Ayah saya tidak mau menyerah, dan ia tidak akan membiarkan saya menyerah.

Ketika saya lulus SMA, saya kuliah di negara bagian Indiana untuk satu tahun, tapi saya harus drop out. Kesulitan dalam menelusuri kampus dengan kursi roda standar cukup tinggi. Jadi saya mulai merancang sebuah skuter bertenaga baterai. Paman saya membantu saya dalam hal ini, saya mengembangkan bakat mekanik dari mereka. Setelah sekitar tiga atau empat bulan, saya datang dengan skuter pertama saya. Saya membangunnya di garasi sepupu saya di mana ia diperbaiki peralatan traktor.

Semua orang bilang itu tidak akan berhasil. Saya pikir ini adalah kemampuan yang diberikan Tuhan, karena saya merasa saya dikirim ke sini untuk membantu orang yang cacat mendapatkan mobilitas.

Saya mendapat pekerjaan di sebuah pabrik pasokan otomotif lokal sebagai kontrol kualitas teknisi. Saya dapat menegosiasikan dengan pabrik sangat baik tentang skuter baru saya. Di pekerjaan, orang akan melihat skuter saya dan memberitahu saya bahwa mereka tahu seseorang yang membutuhkannya. Saya melakukan ini selama delapan atau sembilan tahun, membuatnya dengan paruh waktu sampai sekitar tahun 1970.

Transportasi saya waktu itu adalah truk tua yang dikonversi sehingga saya bisa menyetir skuter tepat didalamnya. Tetapi ketika mereka memindahkan pabrik jauh dari rumahku, saya harus mencari sesuatu yang lebih dapat diandalkan. Kebetulan bahwa pada tahun 1970, mobil Dodge muncul dengan ukuran baru yang punya AC dan power steering dan semua barang ini. Ini luar biasa.

Saya mulai mengubah salah satu dari mereka sehingga saya bisa berkendara dari kursi roda. Sebagian besar dilakukan di sini, di Winamac. Orang-orang akan berkendara ke sini dari Massachusetts dan Texas, dan mereka akan menunggu di sebuah motel sementara kami mengubah kendaraan mereka pada akhir pekan. Saya mulai dengan satu karyawan, dan hanya butuh satu bulan atau lebih sebelum aku harus menyewa satu lagi.

Saya terus bekerja di pabrik, karena saat itu saya punya tiga anak, dan saya butuh pendapatan. Saya mengambil semua uang dari membuat skuter dan membangun lift dan memasukkannya kembali dalam bisnis. Saya keluar dari pabrik pada pukul 3:30 sore, lalu pulang dan bekerja sampai larut pagi dan kemudian bangkit kembali dan kembali bekerja di pabrik.

Saya keluar dari pabrik pada tahun 1973 untuk fokus pada bisnis sendiri. Bangunan pertama yang saya sewa bocor begitu banyak, rasanya seperti lebih banyak hujan di dalam daripada di luar. Untungnya, kami berada di gedung itu hanya sembilan bulan sebelum saya melihat sebuah bangunan yang mampu saya beli. Kami berada di sana selama beberapa tahun sebelum terjadi kebakaran yang cukup buruk.

Saya berada di jalan selama tiga sampai empat tahun. Saya pergi ke Michigan, Wisconsin, Kentucky, dan Florida, di mana pun saya bisa menemukan orang-orang yang akan membutuhkan produk ini. Saya menyetir lebih dari 50.000 mil per tahun.

Setelah kebakaran, saya harus membuat keputusan. Dengan veteran yang terluka kembali dari Vietnam, lift sangat dibutuhkan. Kami juga telah mulai menjual van yang sepenuhnya dikonversi. Teknologi di belakang skuter menjadi mudah tersedia, dan mereka bisa dibuat jauh lebih murah di luar negeri. Saya memutuskan untuk fokus pada lift dan konversi van.

Banyak orang-orang cacat dan keluarga mereka segera melihat manfaat dari lift yang saya buat.

Hari ini, kami memiliki lebih dari 200 dealer di seluruh negeri memasang lift dan menjual van konversi kami. Kami melakukan sekitar $ 200 juta dalam penjualan tahun lalu. Markas kami masih di Winamac. Kami juga memiliki tiga bangunan pabrik besar di sini dan lebih dari 700 karyawan.

Ketika saya membangun bisnis ini, saya punya dua kelemahan. Saya masih muda, dan saya adalah orang cacat. Saya tidak pernah membiarkan hal itu menghalangi saya. Saya memberikan usaha ekstra untuk mencapai keberhasilan.

Sumber : Inc.com

Mengubah Sudut Pandang



Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur Dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, Dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak Ada seorangpun di rumah ibu. Tak Ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya

"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"
Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika Kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.....

Menjadi Bahagia Dengan Mengalah



Ketika manusia menghadapi sesuatu, ada tiga hal yang secara naluriah muncul, yaitu: menyerang, bertahan, atau menghindar (mengalah). 

Pilihan mana yang akan dilakukan, pastilah sangat bergantung pada penilaian dan keyakinan diri terhadap objek yang dihadapinya. Ketika kita merasa kuat dan mampu, kita akan menyerang. Ketika kita menganggap lawan kita lebih kuat, kita akan bertahan. Bahkan ketika kita sudah merasa diri kalah, kita akan memilih menghindar.

BERANI MENGALAH

Yang pasti, pilihan untuk mengalah acapkali menjadi pilihan terakhir. Karena pada kenyataannya mengalah sering dianggap sebagai kekalahan. Mengalah juga acapkali dianggap sebagai kelemahan. Sehingga orang yang mengalah dianggap sebagai orang yang lemah.

Jika hal itu dibiarkan, dunia akan diwarnai oleh hukum balas membalas. Dunia kita akan dipenuhi oleh pribadi-pribadi yang saling menyakiti dan melukai. Kita hanya berpikir soal peluang dan kesempatan untuk membuat orang lain tampak kalah dan kita kelihatan menang.

Keberanian untuk mengalah adalah pilihan yang kita sadari untuk mendapatkan kebahagian hidup. Keberanian untuk mangalah adalah kekuatan yang harus kita kembangkan dalam hidup kita bersama orang lain.

* Keberanian mengalah adalah kekuatan yang memampukan kita menunduk, tersenyum dan berpaling sementara yang lain memancing kita untuk menatap dengan permusuhan.

* Keberanian mengalah adalah kekuatan yang memampukan kita tersenyum dan mengulurkan tangan sekalipun orang lain memancing kita untuk menggertakan gigi dan mengepalkan tangan.

* Keberanian mengalah adalah kekuatan yang memampukan kita mengulurkan tangan dan merangkul dengan penuh kasih, sementara orang lain siap untuk memukul dan menyakiti.

* Keberanian mengalah adalah kekuatan yang memampukan kita menegur dan menyapa dengan ramah dan hangat sekalipun orang lain mengumpat dan memaki.

Setiap kita yang mengambil pilihan itu dapat dipastikan akan mengalami kebahagiaan lebih daripada orang yang menghindarinya. Hanya dengan mengalah, kita tidak dibebani oleh pikiran untuk menguasai orang lain. Dengan mengalah, kita tidak membiarkan diri kita terus menerus tertekan dan tidak nyaman karena perasaan kita sendiri. Dengan mengalah, kita tidak akan dihantui oleh kecemasan yang tidak perlu. Keberanian untuk mangalah membuat jalan yang kita lalui tampak lebar dan lengang.

Seandainya kita ingin memasuki lift dan semua orang berlomba masuk lebih dulu, pintu lift yang lebar itu akan terasa sesak. Sebaliknya, jika kita bersedia menunggu dan mempersilahkan orang lain lebih dulu masuk, kita akan masuk dengan lebih nyaman tanpa harus berdesakan.

Dengan demikian, pilihan untuk mengalah akan membuat diri menjadi lebih nyaman. Selamat mencoba dan dapatkan kebahagiaan. ***


Lis Esther