Menakjubkan, Seni Photografi Karya James Dobson


Tak diragukan lagi Ke profesionalan seorang yang bernama James Dobson dalam hal mengabadikan peristiwa-peristiwa penting di hutan belantara dan laut lepas. Apa pun yang terbidik oleh lensanya selalu memberi hasil yang menakjubkan. Pengalamannya berpetualang menyusuri arena berbahaya di hutan rimba sambil menenteng kamera dan sekali-sekali vokus membidik sasaran yang tak sengaja terlihat dimatanya. Peristiwa yang tak sengaja seperti itu tidak mungkin ia lewatkan begitu saja. Memang terkadang sangat sederhana, namun bagi seorang photographer profesional bisa sangat berarti, apa lagi kepiawaiannya dalam menggunakan kamera, hal sederhana bisa di olah sedemikian rupa sehingga menjadikan bernilai seni tinggi. Lihatlah hasil bidikkannya!











6Kg Besi Ditemukan Di Perut Pria Ini



Rasa sakit parah pada perut dan kesulitan tidur selama berminggu-minggu membuat Kamleshwar Singh memeriksakan diri ke dokter. Para dokter terkejut, hasil rontgen memperlihatkan perut pria ini penuh dengan berbagai macam benda dari besi. 

Petani ini mengakui memiliki kebiasaan aneh yang dilakukannya selama sembilan bulan. Sembunyi-sembuyi, ia menelan ratusan koin, potongan besi, baut dan kunci. Operasi berhasil mengeluarkan 431 koin, 196 potong biji besi, 17 baut dan tiga kunci. Berat keseluruhan mencapai enam kilogram.
 

"Dia mengunjungi kami dan mengeluh mengalami sakit perut tak tertahankan," kata Dokter Bhojram Dewangan, dari Institut Ilmu Kedokteran Shreesti di negara bagian Chhattisgarh, India.

Dia melanjutkan, semua benda dari besi tersebut berada di dasar perutnya. "Ketika mulai, kami berpikir akan menemukan sesuatu, saat operasi dilanjutkan, kami kagum karena menemukan sejumlah koin dan besi telah masuk ke ususnya. Tanda-tanda ulkus kronis sudah tampak di perutnya," katanya Dr Bhojram seperti dikutip
 Metro.

Singh yang memiliki masalah kejiwaan ini, akhirnya tak dapat bertahan dalam operasi. Istrinya, Kusumi, mengatakan, "Suami saya mengeluh sering sakit perut dan sulit tidur di malam hari selama empat minggu terakhir."

Tapi, tak ada keluarganya yang tahu kebiasaan Singh memakan barang dari besi. "Dia menyembunyikan kebiasaannya dari kami. Saat semakin lemah, dia tidak lagi bekerja dan bahkan tak mampu makan."




VIVAnews

Kesaksian Hidup: Nikolai Khamara dari Rusia



Nikolai Khamara ditahan karena merampok dan dipenjarakan selama 10 tahun. Di dalam penjara, Khamara mengamati orang-orang Kristen dan merasa heran.

Mereka manusia juga, namun mereka menunjukkan suka cita di saat mereka seharusnya bersedih dan mereka menaikkan pujian sekalipun menghadapi kesusahan. Saat mereka mendapat sepotong roti, mereka membagikannya dengan orang yang tidak memperolehnya.

Wajah mereka tampak bersinar saat mereka berbicara kepada 'seseorang' yang tidak dapat dilihat oleh Khamara.

Suatu hari dua orang Kristen duduk di sebelah Khamara dan menanyakan kisah hidupnya. Khamara menceritakan kisah sedihnya dan mengakhiri ceritanya dengan berkata, "Aku adalah orang yang terhilang."

Salah satu dari orang Kristen itu tersenyum dan bertanya kepada Khamara, "Jika seseorang kehilangan sebuah cincin emas, berapakah nilai cincin emas itu ketika hilang?"

"Pertanyaan yang bodoh sekali! Sebuah cincin emas ya sebuah cincin emas. Kamu kehilangan cincin emas, tapi orang lain akan mendapatkannya. Nilainya tidak berubah"

"Jawabannya bagus sekali," kata orang Kristen itu. "Sekarang katakan, berapakah nilai seseorang yang terhilang?"

Orang Kristen itu melanjutkan, "Orang yang terhilang, seorang pencuri, pezinah, atau seorang pembunuh, memiliki nilai seorang manusia. Dia begitu bernilai sehingga Allah meninggalkan surga dan mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan orang itu."

"Kamu mungkin terhilang, tapi kasih Allah telah menemukanmu," kata orang Kristen itu. 

Nikolai Khamara masuk penjara sebagai pencuri dan keluar sebagai seorang Kristen. Setelah dibebaskan, ia bergabung dengan gereja bawah tanah di Rusia.

Beberapa waktu kemudian, gembala gereja Khamara ditahan. Pihak berwenang menyiksanya dan berharap ia mengkhianati gereja, tetapi gembala itu tetap setia dan ia tidak membocorkan apapun.

Akhirnya pihak wewenang menangkap Nikolai Khamara.

Mereka membawa Khamara ke hadapan gembala itu dan mengatakan kepadanya, "Jika kamu tidak mengatakan rahasia itu, kami akan menyiksa Khamara di depan kamu."

Gembala itu tidak tahan melihat orang lain menderita baginya..

Namun Khamara berkata kepadanya, "Setialah kepada Kristus dan jangan mengkhianati Dia.

Saya bahagia menderita demi nama Kristus."

Lalu mereka mencungkil mata Khamara.

Gembala itu tidak tahan. Ia menangis melihat Khamara. "Bagaimana saya sanggup melihat hal ini? Kamu jadi buta!"

Khamara menjawab, "Saat mataku diambil, aku melihat hal-hal yang lebih indah dari pada yang aku lihat dengan mataku. Aku akan melihat Sang Juru Selamat. Anda harus tetap setia kepada Kristus sampai akhir."

Saat para penginterogasi berkata kepada gembala bahwa mereka akan memotong lidah Khamara, Khamara berkata, "Pujilah Tuhan. Aku telah mengatakan perkataan-perkataan yang mulia. Dan jika kalian mau, kalian dapat memotong lidahku sekarang."

Mantan pencuri ini akhirnya berhasil mencuri kesempatan untuk mati sebagai martir demi Kristus.


(Dikutip dari Devosi Total, The Voice of Martyr)

Dokter Salah Lem Mata bocah Ini


Sam Caldwell segera dilarikan ke rumah sakit. Kelopak mata bagian kanan bocah tiga tahun itu terluka akibat kecelakaan kecil saat bermain. Demi mempercepat penyembuhan, dokter sengaja memberi lem agar kelopak matanya menutup sesaat. 
Dokter Rumah Sakit Ulster, Irlandia, mengatakan bahwa mata kanan Sam harus dilem agar kelopaknya tak terlipat dan menggesek luka. Dokter bilang, lem itu memang khusus untuk membantu pengobatan luka di kelopak mata, yang dapat luntur dalam waktu 20 menit. 
Namun, lem yang diberikan tampaknya terlampau banyak. Sudah 20 menit berlalu, Sam tak kunjung bisa membuka mata kanannya. 
"Setelah sekitar 20 menit dokter mengatakan kepada Sam untuk membuka matanya, tetapi tidak bisa," kata sang ibu, Kerri Caldwell, seperti dikutip Belfast Telegraph. "Mata kanannya benar-benar lengket. Dokter tampaknya menempelkan lem terlalu banyak ke sekitar matanya." 
Sam menjerit histeris karena mata kanannya tak bisa terbuka. Lantaran dosis yang berlebihan, seorang dokter mengatakan bahwa efek lem itu mungkin baru akan hilang dalam empat hari. "Aku sangat marah. Sam datang dengan luka kecil, tapi keluar dengan mata lengket tertutup," kata Kerri. 
Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan, "Kami akui terjadi komplikasi, lem merembes sebelum kering. Dalam kasus umum, air hangat bisa meluruhkan lem. Tapi jika tidak, kekuatan lem secara alami akan hilang dalam satu sampai tiga hari."

Pendonor Ginjal Berhati Mulia Itu Ternyata Anaknya



Sarah Nesbit bahagia bukan kepalang ketika akhirnya mendapatkan donor ginjal. Sudah bertahun-tahun, wanita asal Fort Mill, Carolina Selatan, itu menanti sumbangan ginjal untuk lepas dari penderitaan. 

Senyum Nesbit terus tersungging membayangkan tubuhnya dengan ginjal baru. Ia tak sabar bertemu dengan sosok pendonor berhati mulia yang rela memberikan ginjal untuknya. 

Usahanya mencari tahu identitas pendonor justru membuat Nesbit terkejut setengah mati. Sosok berhati mulia itu rupanya putri sulungnya yang masih berusia 18 tahun, Melody. 

Sebagai ibu, ia tak ingin anaknya ikut merasakan penderitaan. "Saya sangat marah, bagaimanapun dia putri saya, saya rasa tidak ada orang yang mau menjalani operasi jika memang tidak harus," kata Nesbit, seperti dikutip dari orange.co.uk.

Melody mengajukan diri sebagai donor ginjal tanpa sepengetahuan ibunya. Ia mulai dengan melakukan serangkaian tes untuk memastikan ginjalnya cocok dengan ginjal sang ibu. 

Keputusan mendonorkan ginjal untuk ibunya bulat. Ia ingin membalas pengorbanan ibunya saat melahirkan adiknya. Kala itu, dokter memeringatkan ibunya, jika nekat melanjutkan kehamilan akan menimbulkan risiko dialisis atau cuci darah hingga menemukan donor yang tepat. 
Ibunya memilih menyelamatkan adiknya. Komplikasi ginjal pun terjadi dan sejak itu ibunya harus menjalani cuci darah untuk menyambung hidup. "Saya pikir ibu layak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya," kata Melody. 

Sang ibu terharu mendengar pernyataan putrinya. Ia menerimanya sebagai kado terindah. "Dia masih remaja, tapi pengorbanannya begitu besar. Aku belum pernah merasakan cinta tanpa syarat seperti ini," katanya. 

Operasi transplantasi ginjal antara ibu dan anak itu akan berlangsung pekan depan. Butuh waktu selama beberapa pekan berikutnya bagi keduanya untuk menjalani pemulihan pascaoperasi.


vivanews.com

Unik, Tambang Garam - Wieliczka


Tambang Garam  Wieliczka, merupakan bangunan Katedral Garam bawah tanah yang menakjubkan yang terletak di Polandia.






















sumber: www.bezbrige.com

Penampilan Wanita 30 Tahun Ini Seperti Bayi



Banyak orang ingin awet muda. Namun, bagaimana jika awet muda yang dimaksud adalah ketika berumur 30 tahun, kamu tetap memiliki penampilan seperti bayi 9 bulan?

Maria Audete do Nascimento, perempuan asal Brazil yang lahir pada tanggal 7 Mei 1981, saat ini berusia 30 tahun, tetapi tubuh dan mentalnya masih seperti bayi. Dia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan masih belum bisa berbicara.

Maria berasal dari keluarga miskin yang tinggal di rumah dari lumpur di Ceara, Brazil. Ibu kandungnya sudah meninggal 13 tahun yang lalu dan saat ini ia tinggal bersama ayah dan istri keduanya. Ibu tirinya, Dora, telah merawatnya sejak dulu. Dora percaya bahwa Maria adalah hadiah dari Tuhan untuk dirinya sehingga dia merawatnya dengan sepenuh hati.

Para ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Ceara percaya penyakit Maria disebabkan oleh kurangnya hormon tiroid. Akibat dari hipotiroidisme, tubuhnya tidak bisa berkembang secara fisik dan mental.

Sebenarnya, jika ditangani sejak awal, Maria mungkin akan tumbuh seperti anak normal lainnya, tetapi kemiskinan yang dialami Maria membuatnya tidak bisa berbuat banyak.
Saat ini, pihak universitas setuju untuk memberikan pengobatan gratis kepada Maria.