6 Cara Membangun Pikiran Positif



Bagi anda yang sudah memiliki usaha, tentu tidak asing dengan yang namanya masalah. Harga-harga yang meroket, persaingan usaha, kesulitan modal hanyalah sedikit masalah yang sering menghantui perjalanan usaha kita. Di lain pihak, anda yang ingin atau sedang merencanakan memulai usaha, tentu ada pula masalah yang sering mengganggu, baik dalam bentuk keragu-raguan, takut gagal, kekhawatiran dan lain sebagainya. Ini semua membuat kita maju-mundur dan tidak segera mampu memutuskan jalan mana yang akan kita tempuh.

Salah satu cara untuk menemukan jalan keluar dari berbagai masalah tersebut adalah dengan mengubah cara berpikir dan cara pandang kita. Ini bisa dimulai dengan melenyapkan berbagai pikiran negatif-pesimis yang selalu menguasai pola pikir kita diganti dengan pikiran positif-optimis. Kedua jenis pemikiran itu selalu dan setiap saat 'bertempur' dalam batin kita. Sayangnya, sangat sering pikiran negatiflah yang menang, membuat kita takut melangkah, ragu dalam mengambil keputusan, sehingga tidak mampu melakukan yang kita inginkan dan akhirnya gagal dalam meraih apa yang kita impikan.

Lalu, adakah cara untuk memunculkan dan memperkuat pikiran positif-optimis kita?

Tentu ada. Kebetulan saya punya buku berjudul Nyalakan Nyali karya Didik Hermawan. Dalam salah satu bagian dari buku tersebut ia mengungkapkan kiat memunculkan pikiran positif yang disarikan dari pendapat George Shin. Berikut kiat-kiatnya, yang terbagi menjadi 6 poin utama:

1. Selalu tumbuhkan keyakinan dalam diri bahwa kita BISA melakukannya.
Meyakini bahwa sesuatu bisa dilakukan membuat pikiran kita terus bekerja untuk menemukan cara-cara mewujudkannya. JANGAN sekali-kali kita meremehkan diri sendiri! Yakinlah bahwa kita mampu menyelesaikan masalah yang menghadang.

2. Bayangkan hal-hal baik tentang masa depan kita
Ada ungkapan menyatakan, kita akan meraih apa yang kita impikan. Impian akan memicu dan memacu kita untuk bekerja. Impian akan memotivasi kita untuk terus berusaha. Impian akan menjadi penunjuk arah kemana kapal kehidupan kita akan menuju.

3. Bersikap tenang
Ketika kesulitan dan masalah menghadang, bersikap tenang adalah salah satu hal terbaik (dan kadang tersulit) yang harus kita lakukan. Sikap yang tergesa-gesa dan kurang sabar sering membuat kita tidak mampu memandang dan memikirkan persoalan secara jernih. Tidak perlu tergesa-gesa untuk mendapatkan hasil. Banyak keberhasilan yang harus diperoleh setelah melalui kegagalan demi kegagalan.

4. Lupakan kesalahan
Tinggal dalam kesalahan tidak akan mengubah apa pun. Kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran dalam sekolah kehidupan. Hiduplah untuk hari ini dan pandanglah hari esok. Jangan biarkan beban-beban yang tidak berguna menahan kita melangkah maju dalam meraih impian.

5. Berhenti berpikir negatif tentang diri kita
Pikiran kita seperti pisau bermata dua. Ia bisa menjadi kekuatan yang dahsyat dan membawa kita menuju kesuksesan. Pada saat yang sama, ia bisa pula menjadi sangat berbahaya dan mengarahkan hidup kita ke jurang kehancuran. Tapi pikiran bisa (dan harus) dikendalikan. Ganti pikiran-pikiran negatif dengan pikiran-pikiran positif. Pikiran negatif hanya akan membuat kita merasa rendah dan putus asa.

6. Terbuka dengan gagasan baru
Jangan biarkan diri kita terjebak dalam rutinitas. Rutinitas bisa membuat kita bosan sehingga memacetkan kreatifitas dan inisiatif. Pacu pikiran positif dan temukan ide-ide segar dengan cara mencari teman baru, membaca buku-buku baru, atau melakukan aktifitas-aktifitas (positif) baru yang belum pernah anda lakukan atau pikirkan sebelumnya. Ini akan memperluas cakrawala berpikir dan menyegarkan pikiran sehingga pikiran positif akan semakin menguat dalam diri kita.

Untuk anda yang sudah mampu selalu bersikap dan berpikir positif, hal-hal di atas mungkin terasa biasa dan mudah. Tapi bagi anda (termasuk saya) yang selama ini masih sering dikuasai pikiran-pikiran negatif penghambat kehidupan, langkah-langkah tersebut kadang terasa sulit dilakukan. Bagaimanapun keenam langkah tersebut patut dicoba, dipupuk dan diterapkan dalam kehidupan kita. Mungkin tidak sekaligus tapi bertahap dan terus-menerus. Semoga ini bisa membantu dalam menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan kita.


sumber:Michael Kho

0 comments:

Post a Comment